Penanganan Pencemaran Limbah Kotoran Hewan di Dusun Palutungan Kuningan, Ini Upaya Keroyokan yang Dilakukan Balai TNGC

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 3 Mei 2024 | 06:26 WIB
Penjabat Bupati Kuningan, Iip Hidayat meninjau proses pembangunan IPAL di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kamis, 2 Mei 2024 (kuningankab.go.id)
Penjabat Bupati Kuningan, Iip Hidayat meninjau proses pembangunan IPAL di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kamis, 2 Mei 2024 (kuningankab.go.id)

KABAR ALAM - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memastikan, masalah pencemaran lingkungan dari limbah kotoran hewan (kohe) di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menjadi salah satu prioritas penanganan.

Untuk penanganan pencemaran lingkungan dari kohe tersebut, Balai TNGC berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan (Pemkab) Kuningan.

Salah satu aksi yang mulai dilakukan Balai TNGC dan Pemkab Kuningan untuk penanganan pencemaran limbah kohe ini adalah pembagunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Dusun Palutungan.

Baca Juga: Di Balik Pesona Wisata Alamnya, Dusun Palutungan Kuningan Ternyata Punya Masalah Lingkungan Serius

Pada Kamis, 2 Mei 2024, Balai TNGC menerima kunjungan Penjabat Bupati Kuningan, Iip Hidayat bersama kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan ke lokasi pembangunan IPAL di Blok Palutungan 2.

Dikutip dari informasi yang dibagikan akun Instagram Balai TNGC, @gunung_ciremai, kunjungan Penjabat Bupati Kuningan bertujuan agar pihak-pihak terkait dapat membantu penanganan kohe sesuai dengan kemampuan yang dapat diberikan.

Disebutkan, selain dana stimulan, Balai TNGC pun memberikan akses jalan untuk menyambungkan IPAL yang sudah ada Blok Lamping Kidang ke lokasi pembangunan di Palutungan.

Baca Juga: BMKG: Surabaya Cerah Sepanjang Hari Jumat, 3 Mei 2024, Mau Healing?

Atas bantuan itu, Iip pun menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Balai TNGC. "Ini juga (akses jalan) sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan dalam pengolahan KOHE tersebut" kaya Iip.

IPAL di Lamping Kidang

Dalam informasi tersebut, Balai TNGC menjelaskan, pada tahun 2021, penanganan kohe sebenarnya sudah berjalan di Blok Lamping Kidang.

Namun, diakui Balai TNGC, pencemaran kohe masih terus terjadi karena ada beberapa titik peternakan yang belum tertangani.

Baca Juga: Komnas PP KIPI Pastikan Tak Ditemukan Laporan Efek Samping Vaksin AstraZeneca di Indonesia, Lantas Apa Itu TTS?

Balai TNGC juga membeberkan serentetan upaya yang sudah dilakukan untuk penanganan kohe tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X