Di Balik Pesona Wisata Alamnya, Dusun Palutungan Kuningan Ternyata Punya Masalah Lingkungan Serius

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 3 Mei 2024 | 05:51 WIB
Penjabat Bupati Kuningan, Iip Hidayat meninjau proses   pembangunan IPAL di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kamis, 2 Mei 2024 (kuningankab.go.id)
Penjabat Bupati Kuningan, Iip Hidayat meninjau proses pembangunan IPAL di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kamis, 2 Mei 2024 (kuningankab.go.id)

KABAR ALAM - Di balik pesona wisata alamnya, Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ternyata memiliki masalah lingkungan yang cukup serius, yaitu kotoran hewan (kohe).

Masalah lingkungan di Dusun Palutungan tersebut berasal dari pembuangan limbah ternak berupa kohe yang menyebabkan pencemaran terrhadap air, udara maupun tanah yang tentu saja dikeluhkan warga Dusun Palutungan.

Sebagai informasi, Dusun Palutungan merupakan salah satu sentra peternakan sapi perah dan potong di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Baca Juga: BMKG: Surabaya Cerah Sepanjang Hari Jumat, 3 Mei 2024, Mau Healing?

Dalam siaran persnya, laman resmi Pemkab Kuningan menyebutkan, populasi sapi perah di Kecamatan Cigugur mencapai 6.129 ekor dan sapi potong 241 ekor.

Dengan total sapi mencapai 6.370 ekor, kotoran yang dihasilkan mencapai 248 ton per hari.

Persoalan muncul karena hampir seluruh peternak tidak memiliki sarana dan prasarana penanganan limbah kotoran.

Baca Juga: BMKG: Surabaya Cerah Sepanjang Hari Jumat, 3 Mei 2024, Mau Healing?

Selain itu, peternak menghadapi masalah keterbatasan kepemilikan lahan di sekitar kandang dan minimnya pengetahuan serta kesadaran akibat dampak yang ditimbulkan dari limbah kotoran sapi tersebut.

Faktor tersebut membuat kotoran ternak dibiarkan menumpuk di kandang berhari-hari, dan bajkan tercecer terbawa aliran ait hujan ke daerah yang lebih rendah sehingga mencemari tanah dan air permukaan.

Untuk mengatasi pencemaran lingkungan oleh kohe ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan (Pemkab Kuningan) yang menggandengan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memutuskan untuk membangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Dusun Palutungan.

Baca Juga: Komnas PP KIPI Pastikan Tak Ditemukan Laporan Efek Samping Vaksin AstraZeneca di Indonesia, Lantas Apa Itu TTS?

Peninjauan Penjabat Bupati Kuningan

Pada Kamis, 2 Mei 2024, Penjabat Bupati Kuningan, Iip Hidayat meninjau proses pembangunan IPAL tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X