154 Ribu Telur Nyamuk Wolbachia Disebar di Ujungberung, Kadinskes Kota Bandung Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Minggu, 26 November 2023 | 06:55 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, program nyamuk wolbachia ini diharapkan akan menjadi salah satu upaya menekan kasus DBD di Kota Bandung (bandung.go.id)
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, program nyamuk wolbachia ini diharapkan akan menjadi salah satu upaya menekan kasus DBD di Kota Bandung (bandung.go.id)


KABAR ALAM - Pro kontra penerapan inovasi penyebaran nyamuk wolbachia juga dirasakan di Kota Bandung, satu dari lima kota di Indonesia yang menjadi pilot project penanganan penyakit demam berdarah dengur (DBD) ini.

Menurut keterangan Dinas Kesehatan Kota Bandung, penyebaran nyamuk wolbachia untuk penanggulangan DBD ini dilakukan di Kecamatan Ujungberung.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian menyebutkan, penyebaran nyamuk wolbachia terbukti efektif menurunkan tingkat DBD di beberapa wilayah.

Baca Juga: Bagaimana Nyamuk Ber-Wolbachia Bisa Kendalikan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Indonesia?

Disebutkan, kota pertama yang mengimplementasikan inovasi ini adalah Yogyakarta. Dari penelitian dan implementasi wolbachia di sana, kasus DBD bisa turun sampai 70 persen.

"Kami bersama dengan Kemenkes, UGM dan pihak terkait evaluasi terkait program nyamuk wolbachia. Peneliti dari UGM, Prof. Adi Utari yang meneliti terkait nyamuk wolbachia sejak 12 tahun yang lalu," ujatr Anhar di laman bandung.go.id.

Setelah diujicobakan dan diimplementasikan di 2 kota di Yogyakarta, tingkat DBD-nya turun 70 persen, dan permintaan foging di masyarakat turun 84 persen.

Baca Juga: Pro Kontra Nyamuk Wolbachia, Begini Penjelasan Kemenkes Soal Keampuhannya Kendalikan Demam Berdarah

Anhar memastikan, Kemenkes telah membentuk tim analisis risiko dan hasilnya dinyatakan aman dan berhasil.

Karena itu, Anhar menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena program nyamuk wolbachia ini telah teruji. Dari hasil analisis risiko yang dilakukan, program ini terbukti aman sampai 30 tahun mendatang.

"Kemenkes juga membentuk tim analisis risiko yang digawangi 24 profesor dari berbagai universitas dan berbagai keilmuan, hasilnya program nyamuk wolbachia dinyatakan aman dan telah diterapkan di 14 negara," ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Terkini BMKG: Hujan Sedang Huyur Medan Selepas Siang Hingga Petang, Minggu 26 November 2023

"Analisis risiko yang dilakukan Prof. Damayanti Bukhori beserta Kemenkes menyebutkan sampai 30 tahun kemudian program ini aman. Kami berkeyakinan program nyamuk wolbachia ini aman dan di harapankan menurunkan kasus DBD," tambahnya.

Saat ini, telur wolbacia sudah disebar di Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujungberung telah mencapai 123.000 - 154.000 telur yang ditempatkan dalam 308 ember.

Nantinya, program ini akan melewati beberapa fase yakni penyebaran nyamuk berlangsung selama 6 bulan, dan dampaknya sekitar 1 sampai 2 tahun kemudian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X