Pro Kontra Nyamuk Wolbachia, Begini Penjelasan Kemenkes Soal Keampuhannya Kendalikan Demam Berdarah

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Sabtu, 25 November 2023 | 22:12 WIB
Ilustrasi nyamuk wolbachia untuk penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) (kemkes.go.id)
Ilustrasi nyamuk wolbachia untuk penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) (kemkes.go.id)


KABAR ALAM - Pro kontra penyebaran nyamuk wolbachia dalam penanggulangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) muncul di masyarakat. Bahkan, penolakan seperti yang terjadi di Bali pun mnencuat ke permukaan.

Merespon pro kontra ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menegaskan jika inovasi wolbachia ini menjadi cara ampuh dan hemat untuk mengendalikan demam berdarah.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu menegaskan, penyebaran nyamuk ber-wolbachia dipastikan aman karena telah melalui proses penelitian yang panjang dengan melibatkan banyak ahli.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Terkini BMKG: Hujan Sedang Huyur Medan Selepas Siang Hingga Petang, Minggu 26 November 2023

“Penerapan teknologi nyamuk ber-wolbachia sudah melalui kajian dan analisis risiko dengan melibatkan 25 peneliti top Indonesia, dan hasilnya bagus, sudah diujicobakan di Yogyakarta sekitar 5-6 tahun lalu dan hasilnya sangat menggembirakan” katanya seperti dikutip KABARALAM.com dari laman kemkes.go.id, Sabtu, 25 November 2023.

Disebutkan, hasil kajian dan efektivitas pengujian dikirim ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pada 2021, nyamuk ber-wolbachia direkomendasikan oleh WHO.

Atas rekomendasi WHO, Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memperluas area penyebaran nyamuk wolbachia di lima kota di Indonesia.

Baca Juga: Jelang Bulan Desember dan Masa Liburan Akhir Tahun 2023, Price List Penginapan dan Glamping Ipukan Highland Belum Berubah, Cek Aja!

Kelima kota itu adalah Jakarta Barat, Kota Bandung, Semarang, Bontang dan Kupang.

Maxi mengatakan, kendati telah menunjukkan hasil yang baik, pelaksanaan nyamuk ber-wolbachia tetap memerlukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Hal ini harus dilakukan untuk mengetahui perkembangan dari penyebaran nyamuk ber-wolbachia.

Baca Juga: 5 Cafe Kuningan Unggahan Terpopuler Akhir Pekan Ini, Terakhir Masih Jarang Dikupas

Selain itu, Kemenkes juga telah mengeluarkan Buku Pedoman Penanggulangan Dengue dengan metode nyamuk ber-wolbachia di 5 kota untuk memastikan implementasi wolbachia berjalan baik sesuai dengan penelitian di Yogyakarta.

Dalam penjelasannya, Kemenkes juga mengungkapkan, demam berdarah masih menjadi masalah di Indonesia. Di tahun 2023, tercatat ada 76.449 kasus dengue dengan 571 kasus kematian mulai dari Januari-November, walau kasus ini sudah menurun dibanding tahun lalu tetapi masih ada kasus kematian per tahunnya.

Tahun 2022, dilaporkan ada 143.300 dengan 1.236 kematian. Kelompok umur dengan kematian tertinggi pada rentang usia 5-14 tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X