Kisah Pendakian Romantis Soe Hok Gie dan 'Janda Gunung Ciremai' via Jalur Linggajati

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 23 Desember 2022 | 09:15 WIB
Kisah pendakian Soe Hok Gie di Gunung Ciremai (Facebook/Gunung Ciremai)
Kisah pendakian Soe Hok Gie di Gunung Ciremai (Facebook/Gunung Ciremai)

KABAR ALAM - Bagi siapapun yang memilih menghabiskan waktu liburannya dengan mendaki gunung, termasuk ke Gunung Ciremai, selalu saja ada cerita yang dibawa pulang dan bahkan abadi dalam kenangan.

Sebagai salah satu destinasi favorit para pendaki, tentu saja sudah banyak kisah pendakian dari Gunung Ciremai. Dari mulai kisah pendakian di era Sunan Gunung Jati hingga aktivis dan pecinta alam legendaris seperti Soe Hok Gie.

Sebelumnya, cerita pendakian mahasiswa Universitas Indonesia pada dekade 1960-an ini pernah dibagikan laman resmi dan akun media sosial Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, tngciremai.menlhk.go.id, kurang lebih dua tahun lalu.

Baca Juga: Pakar ITB Ungkap Keberadaan Sesar Cugenang di Balik Gempa Bumi Cianjur

Dikisahkan, Soe Hok Gie pernah menaklukan puncak timur Parahyangan setinggi 3.078 mdpl itu. Gie - sapaan akrabnya, memang dikenal sebagai intelektual muda yang kritis, kepedulian tinggi terhadap keadaan sosial, termasuk pecinta alam melalui pendakian gunung.

Layaknya pendaki milenial, Gie pun melakukan persiapan pendakian ke gunung Ciremai untuk merayakan kaul menjadi sarjana.

Setelah melakukan persiapan, Gie dan rekan-rekannya di Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia (UI) tiba di Base Camp Linggajati, Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, 30 Mei 1969.

Baca Juga: Top 5 Hits 22 Desember 2022, Kisah Mistis di Balik Pesona Balong Keramat Darmaloka Terbanyak Dicari

Konon, pada saat pendakian, Gie sedang putus cinta. Karena itu, ia mengajak Ker alias Nurmala Kartini Pandjaitan, teman wanita yang akrab dengannya.

Menurut bisik-bisik, Gie dan Ker sebenarnya saling jatuh hati namun tak pernah saling mengungkapkan.

“Saya sedih melihat betapa patahnya hati kamu Gie, karena itu dengan senang hati saya bersedia menjadi permen karet kamu. Dengerin kamu curhat sepanjang jalan. Saya menyayangi kamu”, tulis Ker dalam suratnya.

Baca Juga: Asal-usul dan Kisah Misteri yang Tersimpan di Balik Keindahan Curug Bangkong, Kabupaten Kuningan

Saat mendaki Gunung Ciremai via jalur Linggajati pada 30 Mei hingga 2 Juni 1969 ini, Ker mengikat rambut panjangnya yang hitam sehingga sepintas mirip pria. Namun, justru penampilan inilah yang membuat Gie semakin kesengsem pada Ker.?

Pada 1 Juni 1969 tepat pukul dua siang, rombongan Gie tiba di puncak Gunung Ciremai. Kemudian, mereka melakukan tradisi menyanyikan lagu Bagimu Negeri. “Semuanya bersuara fals, tapi sedap juga”, tulis Gie.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Healing Nyaman di Tangkal Pinus Lembang

Selasa, 14 April 2026 | 13:45 WIB
X