KABAR ALAM – BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) akan membuka kembali Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi pada Oktober 2022 nanti.
Berbagai persiapan terkait reaktivasi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi terus dilakukan BKSDA Sumbar.
Pertemuan dengan para pemangku terkait terkait rencana pembukaan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi telah dilakukan, Rabu 14 September 2022.
Ada beberapa keputusan yang dihasilkan, terutama terkait aturan pendakian bagi para pengunjung.
“Pendakian akan menggunakan sistem baru, yakni untuk 2 hari 1 malam, dibatasi 150 orang per hari, dan dikenai tiket Pendapatan Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 5.000 per hari dan juga akan dilibatkan asuransi kecelakaan,” kata Kepala Balai KSDA Sumbar Ardi Andono, S.TP., M.Sc. seperti dikutip dari akun Instagram @bksda_sumbar, Kamis 19 September 2022.
Baca Juga: Berwisata ke Kawasan Konservasi, Ini Etika yang Mesti Diperhatikan
Mengenai prosedur operasional standar (SOP) pendakian di TWA Marapi telah disusun dan diterapkan di TWA Marapi.
Selain pendakian, wisatawan juga bisa melakukan kemping, wisata religi, dan wisata sejarah dengan spot foto yang menawan.
Terkait pengelolaan TWA Gunung Marapi, akan dilakukan oleh BKSDA Sumbar melalui Resort KW IV Marapi, Singgalang Tandikat.
Ardi Andono juga mengatakan, BKSDA Sumbar juga mempersilakan masyarakat, baik perseorangan maupun kelompok masyarakat untuk mendapatkan izin usaha yang sesuai dengan tata blok yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Jalur Pendakian Trisakti Sadarehe Gunung Ciremai Diresmikan
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungannya kepada BKSDA Sumbar dan berharap hal positif yang telah dihasilkan pada pertemuan tersebut dapat dilaksanakan untuk kemajuan pengelolaan kawasan TWA Gunung Marapi sekaligus juga bermanfaat bagi masyarakat nagari sekitarnya serta menjadikan TWA Marapi menjadi tempat wisata pendakian terbaik di Sumatera Barat,” ujarnya.
Untuk kelancaran pembukaan kembali TWA Gunung Marapi, BKSDA Sumbar akan melakukan tahapan kegiatan seperti pembentukan kader konservasi, pembentukan forum jasa wisata, sosialisasi pembukaan pendakian, pemberdayaan pemuda dengan bantuan alat-alat pendakian, temu masyarakat bina cinta alam.***