Cuaca Ekstrem, Wonosobo Diterjang Banjir, Angin Kencang dan Longsor

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Senin, 10 Oktober 2022 | 11:40 WIB
Tim BPBD Kabupaten Wonosobo melakukan pembersihan material longsor di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu, 9 Oktober 2022 (BNPB)
Tim BPBD Kabupaten Wonosobo melakukan pembersihan material longsor di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu, 9 Oktober 2022 (BNPB)

KABAR ALAM - Curah hujan tinggi dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Sabtu, 8 Oktober 2022 malam. Dampak cuaca ekstrem itu memicu terjadinya banjir, pergerakan tanah, tanah longsor dan angin kencang.

Berdasarkan hasil kaji cepat yang dirangkum Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), tanah longsor dengan tinggi 3 meter dan lebar 8 meter terjadi di jalan penghubung Kecamatan Sukoharjo dan Kecamatan Watumalang, tepatnya di Desa Gumawang Kidul, Kecamatan Watumalang.

Dikutip dari laporan laman resmi BNPB, Senin, 10 Oktober 2022, peristiwa itu sempat menghambat mobilitas penduduk karena jalur tertutup material tanah longsoran. Beruntung tidak ada korban jiwa dan tim gabungan memastikan saat ini jalur tersebut sudah dibersihkan dan dapat kembali dilalui kendaraan.

Baca Juga: Gempa Banten, Empat Rumah Alami Kerusakan

Peristiwa lainnya adalah angin kencang mengamuk di Dusun Pagersampang, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, yang mengakibatkan pohon besar tumbang hingga menutupi jalan dan memutus kabel jaringan listrik pada Sabtu, 8 Oktober 2022, pukul 20.00 WIB.

Tim gabungan segera menangani dengan mengerahkan gergaji mesin pemotong kayu dan peralatan lainnya. Akses jalan sudah kembali dibuka dan sisa batang pohon diserahkan kepada warga setempat untuk dimanfaatkan sebagai kayu bakar dan kebutuhan lainnya.

Selanjutnya jalan nasional Wonosobo-Kaliangkrik tertutup material longsor sepanjang 6 meter dan tinggi 15 meter. Kendati tidak ada korban jiwa, peristiwa itu sempat menghambat mobilitas penduduk. Saat ini jalan tersebut sudah dapat dilalui setelah tim melakukan pembersihan.

Baca Juga: 6 Rekomendasi BMKG untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem yang Berpotensi Terjadi Pekan Ini

Adapun lima rumah milik warga Desa Kumejing di Kecamatan Wadaslintang rusak terdampak pergerakan tanah. Selain lima rumah, akses jalan desa sempat terputus karena terkena material. Kendati tidak ada korban jiwa, namun keretakan tanah mengancam 30 rumah.

Tanah longsor yang berdampak pada akses jalan juga terjadi di Desa Somogede, Kecamatan Wadaslintang. Selain itu, material longsor juga menutup aliran air.

Berikutnya tanah longsor berdampak pada rumah warga yang bersebelahan dengan gedung sekolah. Rumah dan sekolah yang berada di lereng tebing terdampak material longsoran hingga mengalami kerusakan di bagian dinding dan atap.

Baca Juga: Kuliah Tamu ITB, Menteri Investasi : Upaya Serius Pemerintah dalam Melakukan Hilirisasi

Terakhir, derasnya aliran sungai yang meluap akibat hujan selama lebih dari 10 jam telah menerjang jembatan hingga rusak. Peristiwa itu terjadi di jalan Desa Karanganyar menuju Desa Andonglawak. Selain jembatan hancur, tanggul irigasi persawahan juga jebol sepanjang 25 meter hingga banjir menggenangi areal persawahan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: bnpb.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Wow, Indonesia Simpan Hingga 3,1 Miliar Ton Karbon

Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:17 WIB

KLH/BPLH Perkuat Pasar Karbon Indonesia

Rabu, 15 Oktober 2025 | 20:46 WIB
X