Mengenal Lebih Dekat Banteng, Hewan yang Dijadikan Maskot HCPSN 2022

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Kamis, 3 November 2022 | 17:04 WIB
Maskot HCPSN 2022, banteng. (Twitter @KementerianLHK)
Maskot HCPSN 2022, banteng. (Twitter @KementerianLHK)

KABAR ALAM – Banteng (Bos javanicus) menjadi hewan yang dipilih menjadi maskot pada perayaan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2022.

Banteng merupakan salah satu hewan asli Asia tenggara, dan salah satu mamalia besar Indonesia yang memiliki status dilindungi berdasarkan P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi.

Bahkan oleh IUCN Redlist mengategorikan banteng sebagai satwa yang terancam punah atau Endangered.

Dikutip KABARALAM.com dari laman ksdae.menlhk.go.id, terdapat 2 subspesies banteng yang ada di Indonesia, yakni banteng jawa (Bos javanicus javanicus) dengan sebaran di Pulau Jawa dan banteng kalimantan (Bos javanicus lowi) yang sebarannya ada di Kalimantan.

Kawasan konservasi prioritas populasi alam banteng Jawa ada di Suaka Satwa Banteng (SSB) Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), dan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

Baca Juga: Dinkes: Tak Ada Lagi Kasus Gagal Ginjal Akut di Kota Bandung, tetapi Tetap Waspada

Sementara sebaran banteng kalinantan berada di Taman Nasional Kutai, Taman Nasional Kayan Mentarang, serta di Blantikan, Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah.

Momen bersejarah terjadi di bidang konservasi banteng jawa pada 2020.

Untuk pertama kalinya banteng jawa hasil perkembangbiakan eksitu dikembalikan ke habitat alaminya.

Tepatnya Kamis 3 September 2020, dua ekor banteng jantan, yaitu Tekad (lahir 9 Juli 2014) dan Patih (lahir 23 Mei 2016) dikembalikan ke habitat alaminya di Taman Nasional Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kedua banteng tersebut merupakan banteng hasil perkembangbiakan secara eksitu di Suaka Satwa Banteng (SSB) Taman Nasional Baluran.

Baca Juga: Sah! Pemkot Bandung Diputuskan Jadi Pemilik Lahan Kebun Binatang oleh Pengadilan

Pelepasliaran banteng tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno.

Wiratno ketika itu menjelaskan bahwa saat ini kantong populasi utama banteng jawa di Pulau Jawa hanya tersisa di Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Meru Betiri, dan Taman Nasional Ujung Kulon.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tips Aman dan Nyaman Liburan Lebaran di Kuningan

Kamis, 19 Maret 2026 | 16:50 WIB
X