KABAR ALAM - Isu pengelolaan sampah sudah menjadi perhatian banyak pihak, termasuk klub sepak bola. Salah satunya Persib yang mulai menerapkan konsep zero waste management untuk penanganan sampah di venue pertandingan kandang mereka, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Bukan sebatas kampanye, penanganan dan pengolahan sampah di Stadion GBLA mulai dilakukan pada pertandingan Persib kontra Malut United di pekan ke-14 Liga 1 2024/2025.
Dalam siaran pers yang dirilisnya, Persib mengklaim sebagai klub sepakbola pertama di Indonesia yang menerapkan konsep Zero Waste Management.
Baca Juga: Rangkaian Pelaksanaan SKB CPNS 2024 Kementerian PUPR di Luar Negeri
Penanganan dan pengelolaan sampah yang dilakukan Persib dan mitranya, Jubelo, untuk memastikan seluruh sampah pascapertandingan bisa dikumpulkan dan dikelola tanpa harus berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Disebutkan, pengelolaan sampah di Stadion GBLA mencakup berbagai langkah inovatif yang melibatkan seluruh pihak, dari penonton hingga mitra pengelola limbah, sebagai berikut;
1. Pemilahan Sampah di Tempat
Stadion GBLA dilengkapi tempat sampah terpilah untuk organik, anorganik, dan residu. Sukarelawan disiagakan untuk membantu penonton memahami sistem pemilahan ini.
2. Penggunaan Material Ramah Lingkungan
Semua kemasan makanan dan minuman yang dijual di dalam stadion menggunakan bahan biodegradable. Penonton juga diajak membawa botol isi ulang.
3. Daur Ulang dan Komposting
- Sampah organik akan diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk penghijauan.
- Sampah anorganik seperti plastik akan didaur ulang melalui kerja sama dengan mitra daur ulang lokal.
4. Edukasi dan Sosialisasi