Tak Dipilah Tak Diangkut! Ini Strategi Baru Penanganan Sampah Kota Bandung, Mulai Berlaku Minggu Depan

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Minggu, 13 Oktober 2024 | 08:05 WIB
Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara memimpin rapat Satgas Sampah di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 12 Oktober 2024 (bandung.go.id)
Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara memimpin rapat Satgas Sampah di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 12 Oktober 2024 (bandung.go.id)


KABAR ALAM - Pemerintah Kota Bandung (Pemkot Bandung) punya strategi baru dalam penanganan dan pengelolaan sampah di wilayahnya.

Strategi baru penanganan dan pengelolaan sampah Pemkot Bandung tersebut adalah pengurangan sampah dengan pendekatan berbasis kewilayahan.

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara menegaskan, starategi baru ini dilakukan agar pengelolaan sampah lebih terorganisir dan cepat.

Baca Juga: Sabtu Seru! Siswa dan Guru SDN 152 Cigagak dan SDN 246 Margacinta Seru-seruan Lakukan GPS di Cikapundung River Spot Kota Bandung

Dikatakannya, pendekatan baru yang diterapkan lebih memperkuat peran kecamatan dan sektor terkait dalam mengurangi sampah di sumbernya.

“Pengelolaan Satgas ini kita rombak berdasarkan kewilayahan atau sektor. Setiap kawasan akan memiliki tim khusus dari berbagai OPD yang bertanggung jawab,” ujar Koswara dalam rapat Satgas Sampah di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 12 Oktober 2024.

Dijelaskan, pada pelaksanaannya, seluruh kluster di tiap kecamatan akan bekerja sama mengurangi sampah di tempat penampungan sementara (TPS) dengan penetapan target pengurangan sampah di tiap kecamatan secara spesifik.

Baca Juga: DLH Jabar Ungkap Pesona Curug Koja, Air Terjun Tersembunyi di Pedalaman Cikatomas Tasikmalaya

Pemkot Bandung juga akan mengintegrasikan tugas Satgas dengan pengelolaan sampah secara lebih komprehensif. Sistem pengangkutan akan dibedakan antara sampah organik dan anorganik, dengan tagline "Tidak Dipilah, Tidak Diangkut."

Menurut Koswara, sampah organik akan diarahkan ke pusat komposting, sedangkan anorganik ke bank sampah atau pusat pengolahan.

Di lapangan, Satgas Sampah akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Koramil, Babinsa, dan Polsek untuk memastikan keberhasilan program ini.

Baca Juga: Kemunculan Buaya Resahkan Warga, BBKSDA NTT Turun Tangan

Setiap wilayah akan memiliki tim pemantau yang akan mengontrol dan mengevaluasi pengurangan sampah di sumber.

“Kita akan melibatkan semua pihak, dari aparat kewilayahan hingga masyarakat, untuk mencapai target pengurangan sampah,” ujarnya.

Berlaku Minggu depan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X