Kolaborasi Internasional Dorong Pendidikan Lingkungan lewat Film Sains

photo author
Doni Romdhoni, Kabar Alam
- Kamis, 17 Oktober 2024 | 09:44 WIB
Science Film Festival  (kemdikbud.go.id)
Science Film Festival (kemdikbud.go.id)

KABAR ALAM - Science Film Festival 2024 kembali digelar di Indonesia dengan mengangkat tema “Emisi Nol Bersih dan Ekonomi Sirkular”.

Festival film sains yang diinisiasi Goethe-Institut ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda agar peduli terhadap lingkungan dan berperan aktif dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.

Tahun ini, Science Film Festival di Indonesia didukung oleh mitra utama seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, Rolls-Royce, serta beberapa universitas ternama di Indonesia.

Baca Juga: Top 5 Hits 16 Oktober 2024, Link Kanal Youtube untuk Pantau Nilai SKD CPNS 2024 Paling Banyak Dicari

Dukungan dari berbagai pihak menunjukkan kepedulian terhadap isu perubahan iklim dan pentingnya pendidikan lingkungan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, menyatakan bahwa tema tahun ini sangat relevan dengan tantangan budaya zaman sekarang.

Ia menekankan bahwa perubahan iklim dan keberlanjutan bukan hanya isu ilmiah atau ekonomi, tetapi juga merupakan masalah budaya yang mendasar. Menurutnya, praktik budaya yang menghargai alam sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular.

Baca Juga: Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional di Dekat IKN Dimulai

"Kami menganjurkan perubahan budaya menuju keberlanjutan, tanggung jawab, dan pengelolaan planet kita," Ucap Hilmar di Jakarta pada Selasa, 15 Oktober 2024.

Festival ini akan menayangkan 15 film dari delapan negara, di antaranya Jerman, Australia, Italia, dan Thailand.

Selain itu, enam eksperimen sains yang berhubungan dengan film-film tersebut juga akan dipraktikkan oleh peserta setelah pemutaran film. Kegiatan ini diadakan secara luring di berbagai lokasi seperti sekolah, universitas, pusat sains, dan komunitas, serta secara daring melalui Zoom.

Baca Juga: Ini Empat Destinasi Wisata Prioritas yang Masterplan-nya Baru Diluncurkan Menparekraf

Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Constanze Michel, mengungkapkan bahwa festival ini bertujuan untuk menjadikan sains lebih menarik dan menyenangkan bagi anak-anak dan remaja.

Dengan menampilkan film-film bertopik ilmiah dari berbagai negara, festival ini ingin menginspirasi generasi muda untuk belajar dan mencintai sains.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X