Upaya Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca dengan Smart Farming

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Jumat, 26 Agustus 2022 | 13:43 WIB
Tangkapan layar webinar NGOPI (Ngobrol Pintar) Teknologi Penerapan Emisi Karbon Smart Farming pada Komoditi Tembakau yang diadakan oleh DInas Perkebunan Jawa Barat, 23 Agustus 2022. (Mia Nurmiarani/Kabar Alam)
Tangkapan layar webinar NGOPI (Ngobrol Pintar) Teknologi Penerapan Emisi Karbon Smart Farming pada Komoditi Tembakau yang diadakan oleh DInas Perkebunan Jawa Barat, 23 Agustus 2022. (Mia Nurmiarani/Kabar Alam)

KABAR ALAM - Perubahan iklim yang terjadi saat ini mengancam berbagai sektor, salah satunya adalah pertanian.

Kondisi yang terjadi sekarang, sudah tidak jelas antara musim kemarau dan hujan.

Akibatnya, sistem pertanian menjadi terganggu, terutama bagi petani dalam menentukan kalender tanam.

Kesalahan dalam menentukan jadwal tanam dan jadwal pemupukan yang tidak presisi menyebabkan gagal tanam.

Hal ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi petani tembakau. Perubahan iklim ini berdampak terhadap kualitas dan produksi daun tembakau.

Baca Juga: Pemanfaatan Lignin untuk Bioproduk Sangat Menjanjikan

“Tembakau merupakan tanaman yang sangat rentan terhadap cuaca,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat H. Ir. Jafar Ismail, M.M. saat menjadi keynote speaker pada webinar NGOPI (Ngobrol Pintar) Teknologi Penerapan Emisi Carbon Smart Farming pada Komoditi Tembakau, Selasa 23 Agustus 2022.

Webinar tersebut dimoderatori oleh Direktur PT LAPI ITB Muhammad Hariyadi Setiawan.

H. Ir. Jafar Ismail, M.M. menambahkan, jika produksi tembakau menurun akibat perubahan iklim, pendapatan petani akan mengalami penurunan.

Sumber emisi utama gas rumah kaca dari sektor pertanian berasal dari pertanian konvensional yang menggunakan pupuk kimia dan irigasi berlebih, penggunaan pupuk yang belum terfermentasi, dan pembakaran jerami di lahan pertanian secara masif.

Hal ini menjadikan sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca terbesar. Emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk itu, perlu adanya solusi untuk menangani permasalahan ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan konsep smart farming yang menggunakan teknologi sebagai instrumen pendukungnya.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Perubahan Iklim, Kembangkan Sistem Peternakan Ramah Lingkungan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X