KABAR ALAM - Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2023 yang sedang berlangsung, tanggal 12 Januari hingga 12 Februari 2023, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan tema "Peran Keselamatan Migas Dalam Era Transisi Energi demi Terwujudnya Pekerjaan Layak Yang Berbudaya K3 Guna Mendukung Keberlangsungan Usaha di Setiap Tempat Kerja".
Dikatakan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji saat membuka rangkaian kegiatan di Gedung Ibnu Sutowo Ditjen Migas, Kamis (12/1), Ditjen Migas akan terus menggaungkan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada KKKS, Badan Usaha Hilir Migas dan Usaha Penunjang Migas di mana khusus pada subsektor migas, Keselamatan Migas terdiri dari Keselamatan Pekerja, Keselamatan Instalasi, Keselamatan Lingkungan dan Keselamatan Umum.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sesditjen Migas Setyorini Tri Hutami dan Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Mirza Mahendra, serta Direktur Pembinaan Program Migas Mustafid Gunawan.
Baca Juga: Selama 2022, Program Mobil Sehat PT Timah Tbk Berikan Pelayanan Bagi 1000 Warga Pulau Belitung
"Industri migas merupakan industri yang beresiko tinggi. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita sebagai keluarga besar Ditjen Migas yang merupakan Pembina dan Pengawas pada kegiatan usaha migas untuk memiliki pemahaman serta penerapan budaya K3 yang baik," ujar Tutuka.
Menurutnya, keselamatan di industri migas merupakan budaya yang melekat dan lebih berakar dibandingkan industri lainnya. Mengingat industri migas telah lebih dari 120 tahun beraksi di dunia internasional, di mana perusahaan-perusahaan multinasional menerapkan budaya keselamatan sangat tinggi.
Lebih lanjut Tutuka menyampaikan, K3 merupakan salah satu aspek penting dalam perlindungan tenaga kerja dan merupakan hak dasar dari setiap tenaga kerja. Sangat penting menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, sehingga dapat menghindari terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja yang tentunya bisa berdampak pada demotivasi dalam bekerja ataupun penurunan produktivitas.
Baca Juga: Dukung Good Mining Practices, Utamakan K3, ANTAM Kembali Targetkan Zero Fatality Di 2023
Kemudian, ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja yang komprehensif untuk seluruh pegawai Ditjen Migas.
Dikatakan Dirjen Migas Tutuka, keselamatan tidak terlepas dari kesehatan. Orang yang sehat akan memperhatikan keselamatan dengan lebih baik. Keselamatan di tempat kerja, didukung oleh keselamatan di rumah. Karena itu, sangat penting untuk menjaga keselamatan baik di rumah maupun tempat kerja secara komprehensif.
“Keseimbangan antara bekerja, di rumah, serta waktu untuk beristirahat, harus dapat diciptakan secara perlahan-lahan dengan program yang tepat," ungkapnya.***
Artikel Terkait
Kementerian ESDM Resmikan Fasilitas Pembuat Es Bertenaga Surya di Sulamu, NTT
Kementerian ESDM : PNBP BPH Migas Capai Rp 1.309,11 M
ESDM Lakukan Kontrak Bagi Hasil WK ONWA dan OSWA, Total Komitmen Pasti USD30.000.000
Dukung Good Mining Practices, Utamakan K3, ANTAM Kembali Targetkan Zero Fatality Di 2023
Selama 2022, Program Mobil Sehat PT Timah Tbk Berikan Pelayanan Bagi 1000 Warga Pulau Belitung