KABAR ALAM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan analisa geologi terkat gempa bumi bermagnitudo 5.4 yang menggoyang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Senin, 9 Januari 2023.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada kedalaman 59 km, berjarak sekitar 81 km selatan Kota Pacitan.
Wilayah yang terletak dekat dengan lokasi pusat gempa bumi adalah pantai selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Wilayah tersebut pada umumnya merupakan morfologi dataran pantai, perbukitan hingga perbukitan terjal yang tersusun oleh batuan berumur Tersier (terdiri – dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunung api) dan endapan Kuarter (terdiri – dari endapan aluvial pantai, aluvial sungai dan batuan rombakan gunung api muda).
Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.
Selain itu morfologi perbukitan yang tertutup oleh batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/longsoran apabila dipicu guncangan gempabumi kuat dan curah hujan tinggi di daerah ini.
Baca Juga: Aksi Clean Up Jalur Pendakian Gunung Rinjani, Sebanyak 38 kg Sampah Dibawa Turun
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, data mekanisme sumber dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas zona penunjaman yang terbentuk akibat tumbukan antara Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudera Indo-Australia dengan mekanisme sesar naik dan berarah relative barat – timur.
Hingga laporan ini dibuat menurut informasi dari BPBD Kabupaten Pacitan belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini.
Menurut data BMKG guncangan gempa bumi terasa di pantai selatan Provinsi DIY (Gunungkidul), Jawa Tengah (Wonogiri) dan Jawa Timur (Pacitan dan Trenggalek) pada skala intensitas III MMI (Modified Mercally Intensity).
Baca Juga: Gempa Bumi Pacitan: PVMBG Rilis 4 Rekomendasi, Nomor 2 Harus Diwaspadai
Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan tinggi.
Kejadian gempa bumi tersebut tidak menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Menurut data Badan Geologi daerah pantai selatan Jawa tergolong rawan bencana tsunami, dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari 3 m.***
Artikel Terkait
Wapres Tinjau Huntap Berteknologi Risha untuk Korban Gempa Cianjur
Gempa Bumi M 5,6 Guncang Pacitan, Jawa Timur, Getaran Terasa Sampai Yogyakarta
BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa Maluku M 7,9, Selasa 10 Januari 2023
Gempa Bumi Pacitan: PVMBG Rilis 4 Rekomendasi, Nomor 2 Harus Diwaspadai
Gempa Bumi Kepulauan Tanimbar: Warga Sempat Panik, Belasan Rumah dan Bangunan Sekolah Alami Kerusakan