Sementara itu, tambah dia, fenomena seruakan dingin Asia dan arus lintas ekuatorial dalam beberapa hari terakhir masih cukup aktif walaupun intensitasnya mulai berkurang dibanding beberapa hari lalu, meskipun begitu kondisi tersebut masih dapat berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator.
Baca Juga: Danone Indonesia Terima PROPER Emas Kelima Kali untuk Pabrik AQUA Mambal
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang menuju puncak musim penghujan yang diprediksi akan berlangsung pada Januari hingga Februari. Prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, kata dia, mengacu pada data keluaran model numerik cuaca.
"Puncak musim hujan secara umum diprediksikan terjadi pada Januari sampai Februari 2023, sehingga potensi hujan intensitas tinggi masihdapat terjadi hingga Februari 2023" imbuhnya.
Guswanto mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang kemungkinan terjadi dalam beberapa hari kedepan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Mulai dari banjir, genangan, banjir bandang, tanah longsor, gelombang tinggi.***
Artikel Terkait
BMKG: Gempa Cianjur Dipicu oleh Pergeseran Sesar Baru Patahan Cugenang
BMKG: Siaga, Tahun Baru Berpotensi Hujan Lebat Termasuk Aceh dan Jawa Barat
BMKG: Periode Natal dan Tahun Baru 2023, Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Berpotensi Dilanda Hujan Lebat
BMKG: Bukan Badai, Ini Potensi Cuaca yang Akan Terjadi di Jabodetabek Hari Ini, Rabu 28 Desember 2022
Termasuk Jawa Barat, BMKG Tetapkan Status Siaga Antisipasi Hujan Lebat Jelang Tahun Baru