Banjir Kerap Melanda Kawasan Gedebage, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkot Bandung

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Selasa, 13 Desember 2022 | 07:18 WIB
Setelah hujan deras, banjir kerap melanda kawasan Gedebage, Kota Bandung.  (bandung.go.id)
Setelah hujan deras, banjir kerap melanda kawasan Gedebage, Kota Bandung. (bandung.go.id)

KABAR ALAM – Banjir di kawasan Gedebage, Bandung menjadi permasalahan yang terus dicari pemecahannya oleh Pemkot Bandung.

Kepala UPTD Operasional Pemeliharaan Gedebage pada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga (DSDABM) Mochamad Mucharam mengungkapkan, saat ini kawasan Gedebage menjadi salah satu prioritas penanganan banjir, utamanya sekitar bagian depan Pasar Induk Gedebage.

“Karena menjadi penyebab macet di Jalan Soekarno-Hatta bila banjir di depan Pasar Induk. Jalan itu tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya, Senin 12 Desember 2022 seperti dikutip KABARALAM.com dari laman Humas Kota Bandung.

Seperti diketahui, banjir kembali terjadi di kawasan Gedebage, Kota Bandung pada Minggu 11 Desember 2022 petang.

Baca Juga: Peringati Hari Ibu, KLHK Gelar Lomba Selfie Kreatif dan Cover Lagu tentang Ibu Berhadiah Menarik, Ikut Yuk!

Berdasarkan data yang diterima Humas Kota Bandung, banjir yang terjadi di kawasan Gedebage diakibatkan intensitas hujan di daerah hulu (wilayah Ujungberung) tinggi.

Dengan demikian, air hujan tidak dapat tertampung oleh Sungai Cipamulihan dan anak-anak sungainya.

Selain itu, air yang datang dari arah hulu maupun dari dalam Pasar Induk Gedebage juga tidak dapat tertampung oleh keberadaan kolam retensi.

Begitu pula air yang datang dari dalam Pasar Induk Gedebage membawa sampah yang sangat banyak. Juga kondisi air Sungai Cinambo yang sudah sejajar dengan Jalan Cimincrang.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Pendakian Gunung Salak dan Objek Wisata Kawah Ratu Ditutup Sementara

Berbagai cara juga sudah dilakukan Pemkot Bandung, mulai dari pengerukan saluran air di samping pasar, pemeliharaan berupa pengerukan di Sungai Cipamulihan dengan alat berat, penyedotan dengan menggunakan rumah pompa, serta pembersihan tali-tali air yang tersumbat.

“Memang penanganan (banjir) kemarin agak lama, memerlukan waktu 4 jam. Dua kali lipat lebih lama dari biasanya,” ujar Mucharam menambahkan.

Secara keseluruhan, data dari DSDABM Kota Bandung memaparkan sampai saat ini, total titik genangan di Kota Bandung berjumlah 68 dengan berbagai upaya penanganan yang dilakukan oleh DSDABM Kota Bandung.

Baca Juga: Top 5 Hits 12 Desember 2022, Pemandian Air Panas Sangkanhurip Masih Menarik Perhatian

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X