Yuk Bijak Gunakan Air Tanah!

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Kamis, 10 November 2022 | 19:08 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Iriandi Azwartika SP-1 dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI Ke-6 2022  (KABARALAM/Mia Nurmiarani)
Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Iriandi Azwartika SP-1 dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI Ke-6 2022 (KABARALAM/Mia Nurmiarani)

 

KABAR ALAM - Krisis air bersih akan mengancam jika masyarakat tidak bijak dalam penggunaan air tanah. Sebab, penggunaan air tanah berlebihan bakal menyebabkan kekeringan.

Ajakan penggunaan air tanah secara bijak tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Iriandi Azwartika SP-1 dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI Ke-6 2022, di Hotel Holiday Inn, Bandung, Selasa, 8 November 2022.

Dalam kesempatan itu, Iriandi mengungkapkan jika kondisi air pemukaan di Pulau Jawa sudah mengalami kelangkaan. Hal itu mengakibatkan air permukaan sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan 1.500-2.000 liter per kapita.

Baca Juga: Mengandung Zat Pelarut Berbahaya, Ini Tambahan 4 Merek Obat Sirop yang Harus Dimusnahkan

Ia mengungkapkan, kondisi air tanah di berbagai kota besar di Indonesia, sejak satu dasawarsa terakhir dilaporkan mengalami penurunan.

Dikatakan Iriando, perlu bijak dalam penggunaannya karena air tanah merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, namun memerlukan waktu lama untuk memperbaharuinya.

"Prosesnya bisa mencapai puluhan, bahkan hingga ratusan tahun,” ujar Iriandi dalam paparannya.

Baca Juga: COP27: AS, Norwegia, dan Inggris Raya Dukung FOLU Net Sink 2030 Indonesia

Selain kekeringan, ancaman lain dari penggunaan air yang tidak bijak adalah penurunan kualitas air dan lingkungan sekitarnya.

Dikatakannya, penggunaan air tanah berlebihan secara massal juga sangat mengkhawatirkan karena bisa membuat air laut mencemari sumur penduduk, dan merusak bagunan bawah tanah lainnya.

Selain itu, penurunan muka air tanah, seperti yang sedang terjadi di daerah pantai utara Jawa, muka tanah diperkirakan turun 5 cm setiap tahunnya, dan dampak yang paling mengkhawatirkan adalah kekeringan, merupakan dampak penggunaan air tanah berlebihan.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X