Sekjen KLHK Ungkap Dua Pendekatan Strategi Pembangunan Kalimantan Utara Berkelanjutan

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:35 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono memaparkan materi pada Seminar Nasional bertemakan “Membangun Kolaborasi Pasca Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Maju” yang dihelat IKA PIMNAS di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Jumat, 12 Agustus 2022 (ppid.menlhk.go.id)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono memaparkan materi pada Seminar Nasional bertemakan “Membangun Kolaborasi Pasca Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Maju” yang dihelat IKA PIMNAS di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Jumat, 12 Agustus 2022 (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono mengungkapkan dua pendekatan strategi menuju pembangunan Kalimantan Utara berkelanjutan. Kedua strategi itu adalah integrated landscape management dan transglogal leadership.

Hal itu diungkapkan Sekjen KLHK pada Seminar Nasional bertemakan “Membangun Kolaborasi Pasca Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Maju” yang dihelat IKA PIMNAS di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Jumat, 12 Agustus 2022.

Lanskap diartikan sebagai sistem socio-ekologi yang mencakup mosaik ekosistem alami dan buatan, dengan konfigurasi karakteristik topografi, vegetasi, penggunaan lahan, permukiman yang dipengaruhi oleh proses and aktivitas ekologi, sejarah, ekonomi dan budaya dari suatu area.

Baca Juga: Mengenal Anoa, Satwa Endemis Legendaris dari Pulau Sulawesi dan Buton

Dalam konsep dasar lanskap dan isu keberlanjutan paling tidak terdapat lima indikator utama, yaitu udara dan atmosfer yang bersih dan sehat; lahan (land) produktif/subur; air yang bersih dan sehat; laut yang sehat; dan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Jika dilihat karekteristik dan kondisi lanskap Kalimantan Utara, kawasan hutannya didomiasi Hutan Produksi 47%, Hutan Lindung 15% dan Hutan Konservasi 18 persen.

Kaltara juga memiliki keragaman mangrove pada Delta Kayan Sembakung, serta kontribusi PDRB-nya di dukung oleh Sektor Perdagangan dan Pertambangan sebagai Leading Sector. Hal ini merupakan modalitas sekaligus tantangan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Utara.

Baca Juga: BKSDA Aceh Selamatkan Harimau Sumatera yang Terjerat di Gayo Lues

Untuk itu, menurut Bambang, diperlukan konsep pengelolaan lanskap secara terpadu di Kalimantan Utara melalui peningkatan manajemen sumber daya hutan dan peningkatan administrasi dan tata kelola pertanahan.

Selain itu, juga dibutuhkan pertumbuhan yang adil dan Inklusif dalam lanskap pedesaan; serta peningkatan koordinasi, komunikasi, dan keterlibatan pemangku kepentingan dan pembangunan berkelanjutan untuk lanskap prioritas Indonesia.

“Berbagai instrumen lingkungan hidup dan kehutanan dapat dikembangkan, diperkuat dan didayagunakan secara terintegrasi untuk dapat mengelola lanskap secara terpadu dan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan peradaban ekologis dan visi Indonesia 2045 serta menjawab tantangan isu global & megatren dunia serta kondisi karekteristik lanskap di tingkat tapak,” katanya Bambang Hendroyono yang juga menjabat sebagai Ketua IKA PIMNAS Lembaga Administrasi Negara.

Baca Juga: Enam Desa di Kabupaten Bandung Diresmikan Jadi Desa Digital Sadar Sampah

Selain manajemen lanskap, yang tak kalah pentingnya menurut Bambang adalah kepemimpinan transglobal. Kepemimpinan Transglobal dalam pengelolaan lanskap terpadu sesuai PUU CK diperlukan untuk mewujudkan pembangunan nasional dan daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Seorang pemimpin transglobal menurut Bambang memiliki 6 kecerdasan dan 5 karakteristik. Bambang menyebutkan kecerdasan dimaksud adalah Kecerdasan kognitif; Kecerdasan Moral; Kecerdasan Emosional; Kecerdasan Budaya; Kecerdasan Bisnis; dan Kecerdasan Global.

Sementara karakteristik yang harus dimiliki seorang pemimpin transglobal, yakni: Ketahanan terhadap ketidakpastian; Konektivitas tim; Fleksibilitas pragmatis; Responsivitas perspektif; dan Orientasi Bakat.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Kepak Sayap Elang Flores

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: ppid.menlhk.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X