KABAR ALAM - Wakil Presiden Ma’ruf Amin, meninjau langsung pembangunan hunian tetap (Huntap) berteknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 4 Januari 2023.
Masih ingat dalam ingatan kita, gempa bermagnitudo 5,6 SR mengguncang Cianjur pada Senin (21/11). Dalam bencana ini, tercatat sebanyak 334 korban meninggal dunia dan delapan orang masih dalam pencarian.
Tak hanya itu, banyak bangunan yang rusak berat akibat gempa, sebanyak 8.151. Sedangkan rumah rusak sedang mencapai 11.210 unit dan rusak ringan 18.469 unit.
Baca Juga: Gunung Ijen Waspada, Masyarakat Diminta Perhatikan Tanda Bahaya
Fasilitas umum juga tak luput terkena dampak, sejumlah 525 sekolah, 269 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, dan 17 gedung kantor rusak akibat gempa.
Hinggi kini, mayoritas masyarakat korban gempa dengan kondisi rumah rusak berat dan sedang masih tinggal di tenda darurat bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta.
Bersamaan dengan kunjungan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) memberikan kepercayaan kepada PT Brantas Abipraya (Persero) untuk pembangunan Risha di Cianjur. Sebelumnya, PT Brantas Abipraya telah membangun 1.110 unit Huntap dengan cepat dan terbanyak untuk korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang.
Baca Juga: Bertambah, 2,6 Juta Kilo Liter, BPH Migas Tetapkan Kuota BBM 2023
Dikatakan Direktur Operasi II Brantas Abipraya Purnomo, lembaganya akan terus aktif berkontribusi membantu relokasi warga yang menjadi korban gempa di Cianjur, Jawa Barat.
“Kali ini lewat pembangunan Risha, kami akan membangun hunian untuk korban di atas lahan seluas 2,5 hektar di Cilaku, Cianjur dan kami targetkan pekerjaannya selesai sebelum Lebaran tahun 2023,” kata Purnomo.
Dibangun dengan struktur tahan gempa Risha, pembangunan rumah baru tersebut diperuntukkan bagi korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan berat, runtuh, atau terpaksa direlokasi.
Teknologi Risha sendiri adalah perwujudan sebuah rumah dengan desain modular yaitu konsep yang membagi sistem menjadi bagian-bagian kecil (modul) dengan ukuran yang efisien agar dapat dirakit menjadi sejumlah besar produk yang berbeda-beda. Awal tahun inipun Brantas Abipraya telah menuntaskan sebanyak 95 unit Risha.
Baca Juga: KKP Catat Rekor 1,2 Triliun Pencapaian PNBP Subsektor Perikana