KABAR ALAM - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia kembali memperkuat kapasitas penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui penyelenggaraan 2nd Training of Trainers (ToT) for Forest Fire Suppression in Peatland yang resmi dibuka pada Senin, 13 April 2026.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, dan merupakan hasil kolaborasi internasional antara Asian Forest Cooperation Organization, IPB University, Korea Forest Service, ASEAN Secretariat, serta Pemerintah Prancis.
Pelatihan berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, mulai 13 hingga 24 April 2026. Rangkaian kegiatan mencakup pembekalan materi di Bogor serta praktik lapangan di Manggala Agni Daops Ogan Komering Ilir.
Baca Juga: Update Persiapan GNF 2026, Duo Elektronik Alfred Siap Debut di Tangkal Pinus Lembang
Sejumlah pejabat dan mitra internasional turut hadir dalam pembukaan kegiatan, di antaranya Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soon-gu, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN Satvinder Singh, serta Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University Dodik Ridho Nurrochmat.
Dalam sambutannya, Rohmat Marzuki menegaskan bahwa Indonesia sebagai pemilik lahan gambut tropis terbesar di dunia memiliki komitmen kuat dalam perlindungan ekosistem tersebut.
Ia menjelaskan tiga pilar utama pengendalian kebakaran hutan dan lahan, yakni analisis risiko iklim dan modifikasi cuaca, pengendalian operasional terpadu lintas sektor, serta pengelolaan lanskap yang melibatkan berbagai pihak.
Baca Juga: Ulasan Pengunjung, Tangkal Pinus Lembang Tetap Jadi Favorit untuk Camping dan Healing
“Lahan gambut Indonesia adalah ekosistem berharga sebagai penyerap karbon dan habitat keanekaragaman hayati,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan karhutla, khususnya di lahan gambut.
Menurutnya, keterampilan teknis yang diperoleh peserta, mulai dari analisis perilaku kebakaran gambut, pemanfaatan GIS, hingga teknik pemadaman di lapangan, akan menjadi bekal penting untuk menjadi agen perubahan di negara masing-masing.
Baca Juga: Price List Berkemah di Tangkal Pinus Lembang Memimpin Top 5 Hits 15 April 2026,
Selain peningkatan kapasitas teknis, pelatihan ini juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring kerja profesional di bidang penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kolaborasi lintas negara dinilai penting dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik secara berkelanjutan.
Sebanyak 23 peserta dari berbagai negara turut ambil bagian dalam pelatihan ini, terdiri dari 10 peserta Indonesia, 3 peserta dari Brunei Darussalam, 3 dari Filipina, 3 dari Timor Leste, serta masing-masing 2 peserta dari Kamboja dan Malaysia.