Kebakaran TPA Sarimukti, Pemkot Bandung Antisipasi Darurat Sampah

photo author
Tim Kabar Alam 03, Kabar Alam
- Kamis, 24 Agustus 2023 | 13:43 WIB
Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, upaya pengolahan sampah melalui program Kang Pisman bisa dilakukan secara masif di seluruh RW  (bandung.go.id)
Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, upaya pengolahan sampah melalui program Kang Pisman bisa dilakukan secara masif di seluruh RW (bandung.go.id)

KABAR ALAM - Setelah upaya pemadaman api di TPA Sarimukti dilakukan selama berhari-hari, kepulan asap pekat masih menutupi wilayah terjadi kebakaran. Dilaporkan sejak Senin malam, 21 Agustus 2023 bara api masih menyala di balik gunungan sampah.

Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna menanggapi perihal ini dan mengaku telah mengerahkan bantuan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) untuk mempercepat proses pemadaman api di TPA Sarimukti.

“Ini kita kembali antisipasi jangan sampai terjadi lagi yang namanya darurat sampah. Sampai pagi ini bara api masih ada. Kami sudah menegrahkan segenap kemampuan Diskar PB bersama dengan wilayah-wilayah yang emmang memanfaatkan Sarimukti untuk pembuangan sampah,” kata Ema Sumarna di laman resmi Pemkot Bandung.

Baca Juga: Rencana Pembangunan TPST Cicabe Ditolak Warga, Begini Respon Pemkot Bandung

Ia menambahkan, upaya Kawasan Bebas Sampah (KBS) kembali digalakkan di seluruh RW se-Kota Bandung dalam upaya penangan isu kebakaran gunungan sampah di TPA Sarimukti ini.

“Kepada camat dan lurah harap edukasi masyarakat agar bijak untuk tidak memproduksi sampah yang berlebih. Kemudian, KBS ini haris bisa dioptimalkan, artinya sampah harus selesai di wilayah,” imbaunya.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus rutin menyosialisasikan program Kang Pisman kepada masyarakat. Dirinya berharap, kebakaran yang terjadi di TPA Sarimukti akan membuat masyarakat semakin peka dengan isu lingkungan dan pengolahan sampah.

Baca Juga: Dekat dengan Alam, Ini 8 Keunggulan Dream Coffee Kuningan yang Unik

“Saya melihat kemarin dari 154 KBS sekarang sudah bertambah menjadi 230 sekian, artinya da progress walaupun target kita harus seluruh RW. Ini sedang terus kita dorong supaya terjadi percepatan KBS agar masyarakat benar-benar mampu menangani menyelesaikan sampah di wilayah,” katanya. (sadrina/magang)***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: Bandung.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X