Bolehkah Amati Gerhana Matahari Hibrida dengan Mata Telanjang? Begini Jawaban Peneliti BRIN

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Rabu, 19 April 2023 | 23:40 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari (bmkg.go.id)
Ilustrasi Gerhana Matahari (bmkg.go.id)


KABAR ALAM - Gerhana Matahari Hibrida bakal terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia pada Kamis, 20 April 2023, bertepatan dengan 29 Ramadan 1444 H.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, Gerhana Matahari Hibrida pertama kali bisa diamati di Jawa Barat pada pukul 09.26 WIB dan terakhir di Papua pukul 15.30 WIT.

Soal pengamatan, Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Antariksa BRIN, Johan Muhammad menambahkan, Gerhana Matahari Hibrida bisa diamati dari Lampung dan Jakarta pada pukul 09.31 WIB.

Baca Juga: Rekomendasi Liburan Hari Raya Idul Fitri: Batukaras, Pantai di Pangandaran dengan Sejuta Pesona

Disebutkannya, uncak gerhana sebagian pada pukul 10.44 WIB, dan akhir gerhana sebagian adalah pada pukul 12.02 WIB.

Johan menyampaikan, dalam mengamati Gerhana Matahari disarankan untuk tidak melihat matahari secara langsung tanpa menggunakan filter khusus.

"Alat yang dapat digunakan untuk mengamati gerhana Matahari adalah teleskop yang dilengkapi filter Matahari, kacamata khusus gerhana Matahari, kamera DSLR lensa telephoto yang dilengkapi filter Matahari dan kamera pinhole (lubang jarum)," katanya seperti dikutip dari laman resmi BRIN.

Baca Juga: Punya Julukan Mentereng, Pantai Karapyak Pangandaran Layak Dicoba di Libur Hari Raya Idul Fitri

Gerhana Matahari Hibrida adalah gerhana Matahari yang tampak dari sebagian wilayah Bumi sebagai gerhana Matahari total, tetapi di sebagian wilayah lain tampak sebagai gerhana Matahari cincin.

Terjadinya gerhana Matahari hibrida disebabkan oleh berubahnya jarak antara permukaan Bumi yang melengkung dengan Bulan sebagai objek yang menghalangi Matahari saat gerhana Matahari.

Link Live Streaming

Gerhana matahari hibrida yang akan terjadi pada 20 April 2023 nanti akan berlangsung selama 3 jam 5 menit mulai dari durasi kontak awal hingga akhir jika diamati dari Biak, dengan durasi fase tertutup total 58 detik.

Baca Juga: Cek Yuk! Jakarta Utara Diprakirakan BMKG Cuaca Dominan Berawan Diselingi Hujan Ringan, Besok Kamis, 20 April 2

Sementara itu jika diamati dari Jakarta, durasi dari kontak awal hingga akhir adalah 2 jam 37 menit. Namun jika diamati dari Jakarta, persentase tertutupnya matahari hanya sebesar 39%.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung fase-fase gerhana matahari hibrida bisa melalui link live streaming di laman https://gerhana.bmkg.go.id/livestream.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X