KABAR ALAM - Hamish Daud Chief Marketing Officer Octopus App. menghadiri secara langsung acara puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 yang berlangsung secara hybrid Kamis /23 Februari 2023 Aula Gedung Sate Jl. Diponegoro No.22, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115.
Octopus adalah platform ekonomi sirkular yang membantu produsen melacak & mengumpulkan produk baik yang dapat didaur ulang maupun yang tidak dapat didaur ulang.
Dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Prima Mayaningtyas, M.Si. dan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Dr. Dewi Sartika, mewakili Gubernur Jabar Ridwan Kamil, acara ini juga dihadiri oleh 7 industri yang menerima penghargaan Proper Emas serta 33 industri yang menerima penghargaan Proper hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Baca Juga: HPSN 2023: Indonesia Punya 209 Usaha Rintisan di Bidang Pengelolaan Sampah, Semuanya Generasi Muda!
Acara puncak HPSN, selain dilakukan penyerahan piagam penghargaan Proper Emas dari KLHK, pada kesempatan yang sama juga telah dilakukan launching Rumah Edukasi Maggot yang diresmikan secara langsung oleh Kepala Dinas LHK Prov Jabar Dr. Ir. Prima Mayaningtyas, M.Si. dan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jabar Dr. Dewi Sartika.
Dikatakan Kepala Dinas DLHK Provinsi Jawa Barat, Prima, Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2023 mengusung tema Tuntas Kelola Sampah Untuk Kesejahteraan Masyarakat, merupakan manifestasi dari salah satu prinsip pengolahan sampah berkelanjutan melalui circular economy dan upaya mitigasi menurunkan efek gas rumah kaca.
“Membangun partisipasi masyarakat melalui pilah dan olah sampah dari rumah sebagai upaya mengurangi timbulan sampah ke TPA serta membangun partisipasi publik untuk pengurangan sampah,” terang Prima dalam sambutan acara HPSN di Gedung Sate.
Acara HPSN ini ditujukan agar dapat memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah partisipasi publik dalam upaya mencapai zero emission melalui gerakan memilah sampah.
Kemudian menurutnya, berikutnya adalah komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau atau green business dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi dan membangun rantai nilai pengolahan sampah di seluruh sektor. Serta membangun pengurangan sampah dan penggunaan emisi secara sistematis dan integratif di semua sektor.
Lebih lanjut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Dr Dewi Sartika yang pada kesempatan ini mewakili Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan jika setelah pandemi covid-19 di Jawa Barat itu sampahnya kurang lebih hampir 25000 ton per hari.
Menurutnya, kurang lebih baru sekitar 69 atau 10% saja yang berhasil tertangani dan tentunya sisanya kita lakukan secara kolaboratif yang mengelola sampah bersama masyarakat .
“Kelihatannya juga harus kita tingkatkan dan tentu saja Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2023 ini kita ingin tuntas kelola sampah untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Dewi
Artikel Terkait
HPSN 2023: KLHK Targetkan Seluruh Daerah di Indonesia Bebas Sampah
Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari, Ini Sejarah dan Tema Perayaan HPSN 2023
HPSN 2023: Aksi Kampanye Peduli Sampah dan Pelestarian Satwa di Taman Nasional Gunung Rinjani