SPPG Husein Sastranegara Bandung Kelola Sampah Organik, KLH Siapkan Juknis Pengelolaan Limbah dan Air Dapur MBG

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Selasa, 23 September 2025 | 21:54 WIB
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono meninjau langsung proses pengelolaan dapur MBG tersebut, Selasa 23 September 2025 (bandung.go.id)
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono meninjau langsung proses pengelolaan dapur MBG tersebut, Selasa 23 September 2025 (bandung.go.id)

KABAR ALAM - Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono mengungkapkan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sedang menyusun petunjuk teknis (juknis) pengelolaan limbah dan air di dapur-dapur makanan bergizi (MBG).

Diaz berharap, dalam satu bulan ke depan, juknis pengelolaan limbah dan air di dapur MBG tersebut sudah siap dan bisa dibagikan kepada semua daerah.

"Langkah sederhana seperti memilah sampah dari dapur sebenarnya sudah sangat baik. Kalau diproses dengan benar, hasilnya bisa bermanfaat kembali,” ujar Diaz saat meninjauSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Husein Sastranegara Bandung, Selasa, 23 September 2025.

Baca Juga: Waspada Sesar Lembang, BPBD Jabar Laksanakan Simulasi Mitigasi Bencana di SMA Pasundan 2 Bandung

Saat ini dalam upaya mengelola sampah dan menghadirkan lingkungan yang bersih, KLH memberikan bantuan komposter sebagai alat untuk mengelola sampah.

Sisa MBG Diolah Lagi

Dalam kunjungannya, Diaz didampingi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia memastikan, sisa MBG diolah kembali menjadi bahan bermanfaat.

“Dapur MBG ini bukan hanya tempat masak makanan sehat, tapi juga tempat di mana sampahnya bisa dikelola dengan baik dan memberi manfaat kembali,” ujar Farhan.

Baca Juga: Berkemah di Tangkal Pinus Lembang, Dari Worry Menjadi Don't Worry

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung pengelolaan sampah dapur MBG secara berkelanjutan.

“Kami sudah lihat langsung prosesnya. Ini patut dicontoh dan akan kami dorong untuk diterapkan juga di SPPG lain di seluruh Indonesia,” ujar Diaz.

Setiap harinya, dapur MBG menghasilkan sekitar 10 kilogram sampah organik tergantung menu yang dibuat.

Baca Juga: Video Diduga Jejak Macan Tutul di Desa Dekat Lembang Park and Zoo Viral, Begini Hasil Verifikasi dan Penjelasan BBKSDA Jabar

Namun, karena sudah dipilah sejak awal, limbah ini bisa dimasukkan ke dalam komposter untuk diproses menjadi kompos dan air lindi (air hasil fermentasi) yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X