Update Banjir dan Longsor Sukabumi, BNPB: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi 10-20 Maret 2025

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Minggu, 9 Maret 2025 | 08:37 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto setelah meninjau lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Simpenan dan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 8 Maret 2025 (bnpb.go.id)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto setelah meninjau lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Simpenan dan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 8 Maret 2025 (bnpb.go.id)

KABAR ALAM - Pemerintah Kabupaten Sukabumi (Pemkab Sukabumi) diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem setelah diterjang banjir dan longsor di wilayahnya.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto setelah meninjau lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Simpenan dan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 8 Maret 2025.

Menurut Suharyanto, potensi cuaca ekstrem, termasuk di wilayah Sukabumi, masih akan terjadi pada 10–20 Maret 2025 mendatang.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2025: Perum Perhutani Beri Kesempatan Lulusan SMA/SMK untuk Melamar, Ini Posisi dan Kualifikasi Umumnya!

Kepala BNPB berharap, hal tersebut dapat diantisipasi dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak dini sehingga bencana banjir dan longsor (bansor) di Sukabumi tidak terulang kembali.

Ia menyebutkan, saat ini BNPB menyiagakan 4 pesawat untuk melakukan OMC di wilayah Jabodetabek.

"Karena Sukabumi sangat khusus, kalau nanti akan dilakukan OMC dan Bupati berkeinginan. Saya akan meminta BMKG untuk menganalisis khusus Sukabumi, wilayah mana yang bahaya,” ujar Suharyanto kepada Bupati Sukabumi Asep Japar.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2025: Buat Fresh Graduate, Perum Perhutani Butuh Staf Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Daya Hutan

Apabila memang ada permintaan dari pemerintah setempat, OMC akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya bansor merujuk prakiraan cuaca pada periode waktu 10 – 20 Maret nanti.

Selain pembahasan potensi cuaca ekstrem, Kepala BNPB juga menyampaikan beberapa poin masukan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam penanganan bansor.

Pencarian korban banjir dan longsor

Pemerintah pusat berkomitmen membantu pemerintah daerah (pemda) pascabencana bansor Sukabumi. Kepala BNPB mengutarakan operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh tim gabungan yang dipimpin Basarnas.

Baca Juga: Ada untuk Lulusan SMA/SMK, Ini Lowongan Kerja Perum Perhutani di Rekrutmen Bersama BUMN 2025

Suharyanto mengatakan operasi pencarian dilakukan selama 7 hari, namun apabila ada permintaan warga, ini dapat diperpanjang dalam beberapa hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X