KABAR ALAM - Kota Malang berhasil mengelola 98,68 persen dari total jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya, atau mencapai 731,29 ton pada tahun 2024. Dari persentase tersebut, sampah organik masih mendominasi dengan 61 persen.
Capaian ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 98,14 persen. Pemerintah Kota Malang menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengelola sampah secara holistik untuk mendukung Indonesia Bebas Sampah 2025.
Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang (DLH Kota Malang), Arif Dermawan, mengungkapkan bahwa TPA Supit Urang telah dilengkapi dengan jembatan timbang dan Waste Information System (WIS) untuk mencatat data volume sampah secara real-time sebelum diproses.
Baca Juga: 3 Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berwisata ke Pulau Kotok Kepulauan Seribu
Inovasi juga dilakukan melalui penertiban administrasi dengan penggunaan stiker berbeda untuk setiap jenis kendaraan pengangkut sampah di TPA Supit Urang.
Stiker dengan warna dasar kuning menandai truk sampah milik DLH Kota Malang, sementara stiker oranye untuk truk Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag).
Stiker berwarna merah menunjukkan kendaraan pengangkut dari kawasan terdampak, sedangkan stiker ungu digunakan bagi transporter/mobil pengangkut sampah nonpemerintah yang memiliki izin pengangkutan dari DLH.
Hal ini bertujuan untuk mencegah pembuangan sampah tidak sesuai klasifikasi dan mengatur kendaraan yang boleh beroperasi di TPA Supit Urang.
Penertiban ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dengan mencegah kebocoran retribusi layanan persampahan.
Selaras dengan target Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap Indonesia Bersih Sampah 2025, pemerintah kota terus berupaya mengelola sampah secara efisien.
Melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder, pengelolaan sampah di Kota Malang telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam mendukung visi Indonesia Bebas Sampah 2025.***
Artikel Terkait
Pastikan Tak Ada yang Terbuang ke TPA Sarimukti, Kolaborasi Persib dan Jubelo Kelola 1.032 kg Sampah dari Laga Kontra Malut United di Stadion GBLA
40 Persen Terumbu Karang di SM Pulau Rambut Mati Lantaran Tertutup Popok Bayi dan Sampah Plastik, Begini Ajakan BKSDA Jakarta!
Siswa SMPN 1 Singaraja Praktik Pengolahan Sampah dan Hidroponik di SSA
Logo HPSN 2025 Diluncurkan, Ajak Masyarakat Bersinergi Kurangi Sampah
Tema dan Makna HPSN 2025, Ajak Semua Pihak Bersatu Atasi Masalah Sampah