"Bantuan itu kalau di Kelurahan Samoja 20 persen dari jumlah KK, jadi kita diberikan sebanyak 916 KK untuk Kang Empos," ujarnya.
Selain Kang Empos, di wilayah tersebut pun sudah menerapkan Loseda (Lodong Sesa Dapur) hingga Rumah Maggot.
"Kita ada sistem tabung atau drum, Loseda, Kang Empos dan Rumah Maggot. Ini lagi proses baby maggot-nya. Alhamdulillah dengan adanya Rumah Maggot juga bisa mengurangi sampah," ungkapnya.
Berdasarkan data 9 Februari, Murni menyebut, 11 RW sudah melakukan pemilahan. Terdapat 616 KK yang sudah memilah. Jumlah sampah yang terpilah itu 492,1 kg (organik), 194,25 kg (anorganik) dan 86, 53 kg (residu).
Baca Juga: Dari Sanjungan Hingga Masukan Datang, Arunika Eatery Kuningan 'Ruameee Pol'
Ia berpesan kepada masyarakat untuk mengelola sampah yaitu butuh kesadaran untuk meningkatkan kebersihan, agar kenyamanan semakin baik.
"Buanglah sampah pada tempatnya, ditambah dengan secara terpilah. Ini saya gaungkan terus agar warga Bandung bebas sampah dan bisa hidup nyaman," katanya.***
Artikel Terkait
HPSN 2024: KLHK Canangkan Bulan Peduli Sampah Nasional, Ini Rangkaian Kegiatannya Termasuk Zero Waste Adventure Camp di TN Gunung Merbabu
HPSN 2024: DLH Jawa Barat Ungkap Kembali Asal Mula Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
Termasuk yang Paling Gres dan Segera Kick-off, Ini 4 Program Kota Bandung Pendukung Tema HPSN 2024
Siap Kick-off pada HPSN 2024, Begini Cara Warga Kelurahan Cibaduyut Wetan Kota Bandung Atasi Permasalahan Sampah
Sambut HPSN 2024, DLH Jabar Kampanye Kelola Sampah dari Rumah