Waspada! PMK Kembali Merebak di Kabupaten Garut Setelah Temuan 5 Kasus Baru di Cilawu

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Minggu, 11 Februari 2024 | 21:58 WIB
Penanganan hewan ternak yang kedapatan gejala PMK di Garut (garutkab.go.id)
Penanganan hewan ternak yang kedapatan gejala PMK di Garut (garutkab.go.id)

KABAR ALAM - Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali dihantui kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

PMK kembali merebak setelah temuan kasus di Kecamatan Cilawu, Wanaraja, Leles, dan Malangbong yang diduga berasal dari ternak baru yang dibeli dari luar Kabupaten Garut tanpa dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Meski demikian, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut memastikan, kasus PMK masih terkendali karena penanganan cepat dari petugas.

Baca Juga: Cukup Rp 8 Ribu, Kamu Sudah Nikmati Panorama Alam dan Edukasi Batuan Purba di Sanghyang Kenit Cipatat Bandung Barat

"Munculnya kasus PMK kembali karena adanya ternak baru yang membawa bibit penyakit dari luar tanpa melalui pengecekan kesehatan hewan dari dokter hewan berwenang dari daerah asal, sehingga penyakit ini masuk ke daerah Garut," ujar Kepala Diskannak Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, Sabtu, 10 Februari 2024.

PMK merupakan penyakit menular ternak, khususnya sapi, kerbau, domba dan kambing yang disebabkan virus dengan gejala ternak mengeluarkan leleran dari mulut yang berlebihan (hipersalivasi), lepuh di mulut dan kuku.

Beni menjelaskan, ada 5 ekor sapi baru di Cilawu yang dibeli dari luar menunjukkan gejala PMK. Namun, kelima ekor sapi itu telah mendapat penanganan dan kini menunjukkan kesembuhan.

Baca Juga: Puncak Tebing Gunung Hawu, Ngapain Jauh-jauh ke Virginia Kalau Ada yang Mirip di Bandung Barat!

Selain itu, ditemukan juga beberapa suspek hewan ternak yang bergejala PMK di Wanaraja, Malangbong, dan Leles. Saat ini, ternak itu masih terus mendapatkan perhatian lebih.

Beni memastikan, Diskanak telah melakukan langkah cepat dengan melakukan vaksinasi PMK pada ternak-ternak yang sehat. Ia juga telah mengeluarkan imbauan tentang peningkatan kewaspadaan PMK di Kabupaten Garut.

"(Kemudian) Pengobatan pada ternak sakit, penerapan bio security untuk kandang tertular dan mencegah penyebarluasan virus PMK, (serta) melakukan kewaspadaan PMK melalui KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat," katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bandung dari BMKG Senin, 12 Februari 2024: Dominan Berawan, Hujan Tetap Turun Siang Hari

Tingkatkan Kewaspadaan PMK

Beni mengimbau kepada masyarakat, khususnya para peternak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan PMK dengan melakukan vaksinasi pada ternak yang sehat, memberikan pakan berkualitas untuk meningkatkan kondisi ternak, dan membeli hewan ternak sehat disertai dengan bukti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X