Ubah Paradigma, Muhammad Satori: Sampah Bukan Sesuatu yang Menjijikan!

photo author
Tim Kabar Alam 03, Kabar Alam
- Minggu, 19 November 2023 | 22:37 WIB
 Tim Ahli Darurat Sampah Kota Bandung, Muhammad Satori (bandung,go.id)
Tim Ahli Darurat Sampah Kota Bandung, Muhammad Satori (bandung,go.id)

KABAR ALAM - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti memberikan bekas yang masih terasa di Bandung Raya. Krisis darurat sampah dari peristiwa ini harus disikapi dengan baik oleh Pemkot Bandung dan sejumlah kalangan masyarakat.

Karena itu, berbagai aksi yang telah lama ada mulai kembali digemborkan oleh para pegiat lingkungan. Salah satunya adalah yang menjadi andalan Pemkot Bandung, yaitu Kang Pisman yang merupakan akronim dari “Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan.”

Akademisi dari Tim Ahli Darurat Sampah Kota Bandung, Muhammad Satori menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Dirinya menyebutkan bahwa pemisahan sampah sejak level rumah tangga menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Baca Juga: Buka Pertikawan Bali Nusra, Begini Harapan Sekjen KLHK Bambang Hendroyono

Dalam siniar Bandung Menjawab Episode 11, Muhammad Satori mengungkapkan, “Memilah itu arinya menyimpan sampah di rumah. Jadi ketika kita menghasilkan sampah, pastikan psikomotorik kita mulai berubah.”

“Sisa makanan masuk ember, botol plastic masukkan ke dalam karung, reside masukkan ke wadah tersendiri, simpan di depan rumah,” lanjutnya. Muhammad Satori pun menyeburkan bahwa tugas Remkot Bandung saat ini adalah upaya untuk memasifkan gerakan Kang Pisman melalui edukasi dan sarana prasarana.

Baginya, endukasi menjadi wadah yang paling strategis dan perlu terus dilakukan. Dirinya pun beranggapan bahwa masyarakat terlalu dibuai dengan kebiasaan-kebiasaan dalam memperlakukan sampah.

Baca Juga: Info Cuaca BMKG Senin, 20 November 2023: Yogyakarta Berawan Sepanjang Hari

“Masyarakat Kota Bandung tampak seperti bingung karena tidak biasa (memisahkan sampah). Padahal, sampah organik yang dibuang ke TPA, itu mengandung gas metan yang mudah terbakar,” jelasnya.

Untuk menggencarkan aksi ini, Satori mengungkapkan bahwa masyarakat Kota Bandung harus mulai menggantik slogal “Buanglah Sampah pada Tempatnya” menjadi “Simpanlah Sampah Sesuai Jenisnya.”

Dirinya bertutur, “Sudah harus diubah. Jadi sekarang kita memandang sampah bukan lagi sebagai sesuatu yang menjijikan.”

Baca Juga: BMKG: Hari Pertama Kerja Senin, 20 November 2023, Surabaya Cerah Sepanjang Siang

Muhammad Satori berharap aspek edukasi Kang Pisman dapat dijalankan semaksimal mungkin mulai dari segmen pendidikan dini hingga masyarakat dewasa.

“Hikmah dari kejadian ini, salah satunya kita perlu mengubah paradigma tentang sampah,” ungkapnya. (sadrina/magang)***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: Bandung.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X