KABAR ALAM - Kematian satwa liar di luar dan dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) cukup menghebohkan dan membuat Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango waspada bahaya virus Asian Swine Fever ( ASF).
Dikutip dari akun Instgram @btn_boganinaniwartabone, Selasa, 12 September 2023, Balau TNBNW menyatakan telah melakukan tindakan pengecekan lapangan dan pengambilan sampel bangkai satwa liar yang ditemukan oleh tim gabungan.
Tim gabung yang melkukan pengecekan bangkai satwa luar tersebut berasal dari Balai TNBNW, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabuptren Bone Bolango dan Otoritas Veteriner Provinsi Gorontalo.
Baca Juga: Dari Petik Buah Hingga Mandi Air Panas, Ini 3 Objek Wisata di Kecamatan Cibingbin Kuningan
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa waspada apabila terdapat/menemukan kematian babi ternak maupun babi hutan, segera dapat melaporkan kepada petugas terkait (Kepala Desa, poskeswan, Petugas TNBNW, babinsa, dan atau babinkamtibmas), nomor Call Center BTNBNW (HP: 0852 4019 1852), dan melakukan tindakan penguburan dan penyucihamaan di lokasi kejadian untuk mencegah penyebaran virus ASF yang lebih luas lagi," tulis Balai TNBNW.
"Masyarakat tidak perlu panik karna virus ASF ini bukan zonosis dalam artian virus ini tidak akan menular kepada manusia," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dikutip KABARALAM.com dari laman pertanian.go.id, ASF adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persern sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar.
Baca Juga: Ujicoba KCJB Pertama Kali, Jokowi Imbau Masyarakat Berpindah ke Transportasi Massal, Sangat Nyaman!
Virus ASF sangat tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.
ASF tidak berbahaya bagi manusia dan bukan masalah kesehatan masyarakat. ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis), jadi produk babi dipastikan tetap aman untuk konsumsi.***
Artikel Terkait
Pulihkan Keseimbangan Alam, BBKSDA Jawa TImur Lepaskan 44 Satwa Liar di Cagar Alam Pulau Sempu
World Wildlife Day 3 Maret 2023: Sejarah, Tema, dan Makna di Balik Hari Satwa Liar Sedunia
Hari Satwa Liar Sedunia, 3 Maret 2023: Ini 10 Hewan Paling Terancam Punah di Dunia
Jaga Kelestarian Satwa Liar, PT Timah Tbk Kolaborasi dengan BKSDA Sumsel KLHK dan Alobi Foundation
BKSDA Maluku Bebaskan 30 Satwa Liar Endemik di Kabupaten Seram Bagian Barat