Ia menambahkan, pasokan air bersih Kota Pontianak masih sangat bergantung pada air baku dari Sungai Kapuas. Minimnya curah hujan di wilayah hulu dapat meningkatkan kadar garam akibat intrusi air laut, sehingga berdampak pada kualitas air.
Baca Juga: Pengalaman Pengunjung: Tangkal Pinus Lembang Jadi Tempat Healing Favorit di Lembang
Karena itu, Pemkot Pontianak terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan BMKG guna memantau perkembangan cuaca serta menentukan langkah antisipatif yang diperlukan.
Pemerintah juga memastikan pengawasan terhadap kualitas air minum kemasan dan air isi ulang tetap berjalan. Namun secara umum, kebutuhan air masyarakat masih bergantung pada layanan PDAM, air tanah, serta air sungai yang diolah.
Pemkot Pontianak berharap seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan, agar ancaman karhutla selama musim kering dapat diminimalkan.***