Ia menambahkan, pasokan air bersih Kota Pontianak masih sangat bergantung pada air baku dari Sungai Kapuas. Minimnya curah hujan di wilayah hulu dapat meningkatkan kadar garam akibat intrusi air laut, sehingga berdampak pada kualitas air.
Baca Juga: Pengalaman Pengunjung: Tangkal Pinus Lembang Jadi Tempat Healing Favorit di Lembang
Karena itu, Pemkot Pontianak terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan BMKG guna memantau perkembangan cuaca serta menentukan langkah antisipatif yang diperlukan.
Pemerintah juga memastikan pengawasan terhadap kualitas air minum kemasan dan air isi ulang tetap berjalan. Namun secara umum, kebutuhan air masyarakat masih bergantung pada layanan PDAM, air tanah, serta air sungai yang diolah.
Pemkot Pontianak berharap seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan, agar ancaman karhutla selama musim kering dapat diminimalkan.***
Artikel Terkait
Matahari Diprakirakan Bersinar Cerah di Pontianak Besok, Minggu 30 Juli 2023
Pagi Hari di Pontianak Diprakirakan Cerah Awal Pekan Besok, Senin 31 Juli 2023
BKSDA Kalbar Mengajar: Upaya Mencetak Generasi Peduli Konservasi yang Kali Ini Diikuti Pelajar SMAN 12 Kota Pontianak
Kali Ini, Peraih Skor SKD CPNS 2024 Tertinggi di Wilayah Kerja Kanreg V BKN Jakarta dari Kantor UPT BKN Pontianak
Gratis! Ikuti Field Trip HPSN 2025, Petualangan Seru Kenali Pengelolaan Sampah Pontianak