KABAR ALAM - Dunia memperingati Hari Rabies Sedunia setiap tanggal 28 September.
Pada tahun 2022 ini diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia yang ke-16 dengan tema "One Health, Zero Deaths".
Dikutip dari tulisan drh. Ni Wajan Leestyawati dari laman distanpangan.baliprov.go.id, rabies merupakan salah satu penyakit tertua di dunia.
Penyakit rabies sudah dikenal sejak tahun 2300 Sebelum Masehi (SM) yaitu sejak zaman pemerintahan Babilonia dan Yunani Kuno.
Walaupun merupakan penyakit tertua di dunia, penyakit ini masih saja didapati di berbagai negara sampai dengan saat ini, salah satunya Indonesia.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa rabies begitu susah untuk dibasmi. Penyakit rabies menimbulkan ketakutan dan kerugian yang sangat tinggi.
Baca Juga: Hari Rabies Sedunia 28 September: Sejarah dan Fakta di Balik Penyakit Berbahaya Ini
Penderita penyakit rabies, baik hewan maupun manusia tidak dapat disembuhkan dan selalu berakhir dengan kematian.
Penyakit rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini menyerang semua hewan menyusui atau hewan berdarah panas seperti sapi, kerbau, kambing, kuda, monyet, kera, babi, anjing, kucing, dan sebangsanya.
Virus rabies masuk ke dalam tubuh hewan melalui luka terbuka, kebanyakan luka karena gigitan hewan lain yang tertular rabies.
Hewan yang tertular rabies, di dalam air liur atau ludahnya mengandung virus rabies, lalu hewan tersebut menggigit hewan lain sehingga air liurnya bersama virus rabies masuk melalui luka gigitan tersebut ke tubuh hewan yang digigit.
Celakanya, penyakit rabies ini bersifat zoonosis yaitu penyakit ini menular juga kepada manusia.
Seperti pada hewan, manusia tertular virus rabies juga melalui gigitan hewan.
Hewan yang sering menularkan virus rabies kepada manusia adalah anjing, kucing, dan kera sehingga hewa-hewan tersebut mendapat nama Hewan Penular Rabies (HPR). HPR utama yang menularkan rabies kepada manusia adalah anjing.
Hal ini menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada masyarakat terutama bila tergigit anjing maupun hewan penular rabies lainnya.
Untuk itu, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit rabies diadakan peringatan Hari Rabies Sedunia setiap tanggal 28 September.
Selain itu, memiliki tujuan menjadikan dunia bebas dari penyakit rabies pada tahun 2030.
Pada peringatan Hari Rabies Sedunia biasanya diisi dengan acara sosialiasi kepada masyarakat dan vaksinasi rabies terhadap hewan, terutama anjing dan kucing.
Baca Juga: TERBARU! Link Twibbon Hari Rabies Sedunia 2022, Desain Keren dan Menarik, Cocok Dipakai di Medsos
Vaksin rabies pertama kali dikembangkan oleh Louis Pasteur, seorang ahli mikrobiologi Prancis bersama rekannya Emile Roux.
Vaksin tersebut diaplikasikan pada manusia tahun 1885 dan berhasil mencegah kematian orang-orang yang digigit anjing gila.
Louis Pasteur meninggal pada 28 September 1895. Untuk mengenang jasanya sebagai pengembang vaksin rabies pertama, tanggal 28 September dijadikan sebagai Hari Rabies Sedunia.***
Artikel Terkait
Menyenangkan Kucing dengan Membelai Kepalanya, Ini yang Harus Diperhatikan
Cemas karena Kucing Kesayangan Sering Kabur dari Rumah, Ini Tips Efektif untuk Menghentikannya
Agar Teridentifikasi Secara Dini, Kenali Tanda-tanda Kucing Akan Mati, Apa Saja Sih?
Tak Perlu Panik, Ini yang Bisa Anda Lakukan Jika Kucing Kesayangan Sudah Mendekati Kematian