Hari Rabies Sedunia 28 September: Sejarah dan Fakta di Balik Penyakit Berbahaya Ini

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Selasa, 27 September 2022 | 15:39 WIB
Hari Rabies Sedunia diperingati setiap tanggal 28 September. ( Sandra_M_H/Pixabay)
Hari Rabies Sedunia diperingati setiap tanggal 28 September. ( Sandra_M_H/Pixabay)

KABAR ALAM - Hari Rabies Sedunia diperingati setiap tanggal 28 September.

Pada tahun 2022 ini , dunia memperingati Hari Rabies Sedunia yang ke-16.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tema Hari Rabies Sedunia 2022, yaitu "One Health, Zero Deaths".

Peringatan Hari Rabies Sedunia dilakukan sebagai kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit rabies dengan tujuan menjadikan dunia bebas dari penyakit rabies pada tahun 2030.

Tanggal 28 September diambil dari tanggal kematian Louis Pasteur pada 28 September 1895.

Louis Pasteur, ahli mikrobiologi asal Prancis berjasa mengembangkan vaksin rabies untuk pertama kali. Saat itu, ia mengembangkan vaksin rabies bersama rekannya bernama Emile Roux.

Vaksin tersebut diaplikasikan pada manusia tahun 1885 dan berhasil mencegah kematian orang-orang yang digigit anjing gila.

Baca Juga: Hari Rabies Sedunia: DKPP Jabar Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi Hewan Hingga Talkshow, Gratis, Cek di Sini

Bahaya dan kerugian yang ditimbulkan dari penyakit rabies menarik perhatian banyak negara di dunia.

Para ahli rabies internasional mengadakan pertemuan dan lahirlah organisasi Alliance for Rabies (ARC) pada tahun 2006 untuk memberantas penyakit rabies.

Pada tahun 2007 Alliance for Rabies (ARC) dan Control Diseases Centre (CDC) menginisiasi perayaan Hari Rabies Sedunia yang pertama kali. diikuti oleh 74 negara dengan menjangkau 1,5 juta orang, serta dilakukan vaksinasi terhadap 270 ribu hewan.

Perayaan tersebut diikuti oleh 74 negara dengan menjangkau 1,5 juta orang serta dilakukan vaksinasi terhadap 270 ribu hewan.

Kegiatan ini dikoordinasi oleh organisasi nonprofit Global Alliance for Rabies Control (GARC).

Acara ini juga mendapat mendapat dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties/OIE), dan Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO).

Baca Juga: Hari Rabies Sedunia 2022: Suku Dinas KPKP Jakbar Gelar Vaksinasi Rabies Gratis, Cek Waktu dan Tempatnya

Dikutip dari tulisan drh. Ni Wajan Leestyawati dari laman distanpangan.baliprov.go.id, disebutkan bahwa rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus rabies.

Penyakit ini menyerang semua hewan menyusui atau hewan berdarah panas, seperti sapi, kerbau, kambing, kuda, monyet, kera, babi, anjing, kucing, dan sebangsanya.

Virus rabies masuk ke dalam tubuh hewan melalui luka terbuka, kebanyakan luka karena gigitan hewan lain yang tertular rabies.

Hewan yang tertular rabies, di dalam air liur atau ludahnya mengandung virus rabies, lalu hewan tersebut menggigit hewan lain sehingga air liurnya bersama virus rabies masuk melalui luka gigitan tersebut ke tubuh hewan yang digigit.

Celakanya, penyakit rabies ini bersifat zoonosis yaitu penyakit ini menular juga kepada manusia.

Seperti pada hewan, manusia tertular virus rabies juga melalui gigitan hewan.

Baca Juga: Hari Rabies Sedunia 2022: Mengenal Penyakit Rabies, Salah Satu Penyakit Tertua di Dunia

Hewan yang sering menularkan virus rabies kepada manusia adalah anjing, kucing dan kera sehingga hewa-hewan tersebut mendapat nama hewan penular rabies (HPR). HPR utama yang menularkan rabies kepada manusia adalah anjing.

Penderita penyakit rabies pada umumnya menunjukkan gejala tidak dapat mengontrol diri, seperti gila, karena virus rabies menyerang susunan syaraf pusat/otak sehingga penyakit rabies disebut juga penyakit anjing gila.

Penyakit rabies sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 2300 Sebelum Masehi (SM) yaitu sejak zaman pemerintahan Babilonia dan Yunani Kuno.

Bisa jadi penyakit ini merupakan penyakit tertua di dunia. Tetapi penyakit ini masih saja didapati di berbagai negara sampai dengan saat ini, dan salah satunya Indonesia.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa rabies begitu susahnya untuk dibasmi. Penyakit ini menimbulkan ketakutan dan kerugian yang sangat tinggi.

Baca Juga: TERBARU! Link Twibbon Hari Rabies Sedunia 2022, Desain Keren dan Menarik, Cocok Dipakai di Medsos

Penderita penyakit rabies, baik hewan maupun manusia tidak dapat disembuhkan dan selalu berakhir dengan kematian.

Hal ini menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada masyarakat terutama bila tergigit anjing maupun HPR lainnya.

Meskipun demikian penyakit rabies dapat dicegah. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi rabies kepada HPR.

Manusia yang digigit anjing dapat diberikan vaksin anti rabies (VAR) atau diberikan serum anti rabies (SAR) untuk korban gigitan di bagian tubuh yang berisiko tinggi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: distanpangan.baliprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tips Aman dan Nyaman Liburan Lebaran di Kuningan

Kamis, 19 Maret 2026 | 16:50 WIB
X