Kabar Gembira, Anoa Gunung Tertangkap Kamera Jebak di Tahura Abdul Latief Sinjai

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Rabu, 1 Februari 2023 | 19:06 WIB
Anoa gunung (Bubalus quarlesi) tertangkap kamera jebak di Tahura Abdul Latief Sinjai (ksdae.menlhk.go.id)
Anoa gunung (Bubalus quarlesi) tertangkap kamera jebak di Tahura Abdul Latief Sinjai (ksdae.menlhk.go.id)

 

KABAR ALAM - Keberadaan anoa gunung (Bubalus quarlesi) yang merupakan satwa endemik yang hanya ditemukan di Sulawesi sebagai spesies kunci, spesies payung dan flagship species semakin mengkhawatirkan.

Populasi anoa gunung (Bubalus quarlesi) semakin berkurang akibat terdesak deforestari hutan, perburuan dan pertanian.

Dikutip dri laman ksdae.menlhk.go.id, status konservasi anoa gunung endangered berdasarkan daftar IUCN. Satwa ini dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional (Appendices I CITES).

Baca Juga: Ini 5 Pantai Unik di Kawasan Taman Nasional Matalawa, Pulau Sumba, Indah dan Eksotik

Di Indonesia, anoa gunung dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Namun, memasuki tahun 2023, bertiup angin segar upaya pelestarian anoa gunung dalam Ekspose dan Seminar Hasil Survei Kamera Jebak Satwa Anoa pada Selasa, 17 Januari 2023 di Ruang Pola Kantor Bupati Kabupaten Sinjai.

Berdasarkan hasil review dari tangkapan 12 kamera jebak yang terpasang selama 1 bulan di Taman Hutan Raya Abdul Latief Kabupaten Sinjai (Tahura Abdul Latief Sinjai), Sulawesi Selatan diketahui terdapat 2 jenis aves dan 7 jenis mamalia yang berhasil terekam, 8 diantaranya telah teridentifikasi pada tingkat spesies dan 1 jenis teridentifikasi pada tingkat famili.

Baca Juga: Siti Nurbaya Ungkap Keseriusan Indonesia Dalam Pengendalian Perubahan Iklim

Anoa gunung adalah salah satu jenis mamalia yang berhasil terekam dalam kamera jebak. Kamera jebak tersebut dipasang dalam kegiatan inventarisasi dan verifikasi (Inver) keanekaragaman hayati dan ekosistem di luar KPA, KSA dan TB yang dilakukan oleh tim gabungan dari Fauna dan Flora International (FFI) dan PEMDA Sinjai dalam hal ini pengelola Tahura Abdul Latief Kabupaten Sinjai di bawah naungan perjanjian kerjasama Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dengan FFI.

Keberadaan anoa di Tahura Abdul Latif dapat mengubah peta sebaran anoa dan musang yang dibuat oleh IUCN. Hal ini merupakan sebuah kemajuan dalam upaya penyelamatan Anoa gunung.

Selain itu, temuan anoa gunung di Tahura Abdul Latief merupakan bagian dari bentang alam Pegunungan Lompobattang Bawakaraeng diharapkan menjadi pemicu keseriusan Pemerintah Daerah Sinjai untuk mengambil peran dalam upaya penyelamatan anoa di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Sarae Land Kuningan Punya Spot Baru yang 'Mengerikan' Nih! Siapa Berani?

Supporting pelingkupan data dan informasi melalui inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati dan ekosistem di luar KPA, KSA dan TB tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dengan Fauna & Flora International’s Indonesia Programme Wilayah Sulawesi yang merupakan penjabaran dari Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan FFI.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X