KABAR ALAM - Balai Taman Nasional Tambora mengintroduksi sepasang rusa timor (Cervus timorensis) indukan dari hasil penangkaran di Sanctuary Rusa TWA Gunung Tunak BKSDA NTB ke Sanctuary Rusa Doro Ncanga.
Upaya konservasi keanekaragaman hayati dan spesies ini untuk tetap menjaga kelestarian dan pengembangan populasi rusa timor yang merupakan satwa kebanggaan dan maskot budaya bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sebelum diangkut ke Tambora rusa timor tersebut telah dikarantina dan divaksin sesuai standar kesehatan hewan untuk menghindari penyebaran penyakit PMK yang sedang mewabah di NTB.
Baca Juga: Save untuk Liburan Akhir Tahun Anda, Ini Harga Tiket Masuk ke Situ Sangiang Majalengka
Seperti diunggah akun resmi Instagram Balai TN Tambora, Selasa 6 Desember 2022, sebelum dilepas di kandang Sanctuary Rusa Doro Ncanga, satwa tersebut diperiksa kembali oleh dokter hewan serta diberikan suntikan vitamin dan obat cacing.
“Beberapa saat setelah dinyatakan sehat rusa tersebut langsung di release oleh Kepala Unit Sanctuary Yoga Ari Wibowo. Dengan release 2 ekor indukan rusa timor ini, maka jumlah indukan Rusa Timor di Kandang Sanctuary Rusa Doro Ncanga bertambah menjadi 3 ekor betina dan 1 ekor jantan,” tulis akun tersebut.
Jumlah ini setidaknya sudah mendekati pemenuhan unsur sex ratio jantan dan betina yaitu 1:6 yang artinya 1 jantan dapat mengawini maksimal 6 betina.
Baca Juga: Cek Fakta, Benarkah Erupsi Gunung Semeru Bisa Bangkitkan Tsunami Hingga ke Jepang?
Upaya-upaya di atas menandai babak baru pengelolaan Sanctuary Rusa Timor Doro Ncanga sebagai wujud ungkapan Ngahi Rawi Pahu.
Diutip dari laman dlhk.jogjaprov.go.id, rusa timor termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 106 tahun 2018.
Berdasarkan kategori daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN Red List), sejak tahun 2008 rusa timor termasuk kategori Rentan (Vulnerable).***