konservasi

BKSDA Yogyakarta Bantah Tak Respons Aduan Terkait Penyelamatan Elang di Gunungkidul

Selasa, 6 September 2022 | 07:42 WIB
Tim BKSDA Yoyakarta dibantu dokter spesialis satwa liar dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM melakukan operasi pengambilan peluru yang bersarang di tulang elang sikep madu asia. (Instagram @bksda_yogya)


KABAR ALAM - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta membantah pihaknya tidak merespons cepat laporan terkait evakuasi elang sikep madu yang sakit di Piyaman, Gunungkidul.

Hal itu menyikapi pemberitaan di media sosial (medsos) sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Melalui rilisnya di akun Instagram @bksda_yogya, Selasa 6 September 2022, BKSDA Yogyakarta menyebut terjadi miskomunikasi saat akan dilakukan penyelamatan satwa tersebut.

Kepala BBKSDA M. Wahyudi mengatakan, respons cepat BBKSDA Yogyakarta dilakukan sesegera mungkin.

Baca Juga: BBKSDA Sumatera Utara Tangani Konflik Warga dengan Orangutan di Sipirok

"Saya selalu mengingatkan kepada staf BKSDA Yogyakarta agar dapat merespons cepat aduan dan laporan masyarakat. Tidak ada hari libur untuk merespons apa yang disampaikan masyarakat. Komitmen terhadap pelayanan kepada masyarakat penting untuk selalu diperhatikan," jelas M. Wahyudi.  

Secara singkat kronologis kasus penyelamatan elang di Gunungkidul ini berawal dari laporan masyarakat yang masuk ke Call Center BKSDA Yogyakarta pada Jumat sore, 26 Agustus 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.

Dilaporkan telah ditemukan satu ekor elang jenis sikep madu asia di halaman Masjid Piyaman, Wonosari, Gunungkidul.

Warga selanjutnya melaporkan penemuan satwa tersebut kepada BKSDA Yogyakarta.

BKSDA Yogyakarta pun segera merespons cepat dan berkoordinasi dengan pelapor untuk proses evakuasi satwa.

Baca Juga: Sering Berkeliaran di Kebun Warga, Bestie Akhirnya Masuk dalam Kandang Jebak

Selain berkoordinasi dengan pelapor, tim Quick Response BKSDA Yogyakarta juga melakukan koordinasi dengan salah satu Kader Konservasi BKSDA Yogyakarta, Dwi Arinto, yang juga tergabung dalam Animal Rescue Gunungkidul (ARG) yang anggotanya tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

Petugas BKSDA Yogyakarta segera menuju ke lokasi TKP pada Sabtu, 27 Agustus 2022 untuk memantau kondisi satwa yang dilaporkan tersebut.

Saat petugas sampai di TKP, satwa telah dievakuasi Dwi Arinto dan diberikan penanganan pertama.

Untuk memastikan kondisi satwa selanjutnya benar-benar aman, satwa kemudian diserahkan ke BKSDA Yogyakarta dan dibawa ke SFF Bunder.

Kepala BKSDA Yogyakarta menginstruksikan untuk melakukan penanganan medis terhadap satwa yang terluka.

Dari hasil rontgen yang dilakukan terhadap elang, diketahui terdapat peluru yang bersarang di sayap kanan elang.

Baca Juga: Pertama Kali di Dunia, KLHK Melepasliarkan 3 Lumba-lumba yang Lama Dijadikan Atraksi Hiburan

Dokter hewan (drh.) Yuni Tita Sari yang merupakan dokter hewan BKSDA Yogyakarta selanjutnya meminta bantuan drh. Slamet Raharjo, dokter spesialis satwa liar dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM untuk melakukan operasi pengangkatan peluru.

Operasi berjalan lancar dan saat ini elang tersebut dalam kondisi stabil. Selanjutnya elang tersebut akan dibawa ke SFF Bunder untuk menjalani perawatan lanjutan.

Kerja sama dengan komunitas menunjukkan bahwa BKSDA Yogyakarta berkomitmen untuk terus merespons cepat aduan dan laporan masyarakat dengan melibatkan para pihak terkait.

Di samping kasus penyelamatan elang di Piyaman, BKSDA Yogyakarta juga telah melakukan evakuasi elang di Kalurahan Getas, Kapanewon Playen, Gunungkidul pada 30 Agustus 2022 lalu.***

Tags

Terkini