KABAR ALAM - Untuk pertama kali di dunia, tiga lumba-lumba hidung botol dilepasliarkan di kawasan Teluk Gilimanuk, Bali, Sabtu, 3 September 2022.
Tiga lumba-lumba hidung botol tersebut diselamatkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2019 setelah dijadikan atraksi hiburan wisatawan selama bertahun-tahun.
"Untuk pertama kali di dunia, pelepasliaran lumba-lumba hidung botol bernama Johny, Rambo dan Rocky. Ketiga lumba-lumba ini dibebaskan setelah lama bersama pameran lumba-lumba, sekitar 7-8 tahun. Hari ini saya melepaskan mereka ke perairan Taman Nasional Bali Barat (TNBB)," tulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam akun Twitter pribadinya, Sabtu, 3 September 2022.
Lumba-lumba hidung botol bernama Johny, Rambo, dan Rocky tersebut akhirnya bisa berenang di perairan bebas yang merupakan habitat alaminya.
Baca Juga: Setelah Dipasangi Gigi Palsu, Jhony Si Lumba-lumba Hidung Botol Dilepas di Perairan Gilimanuk
Pelepasliaran dilakukan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya sebagai rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2022 (HKAN 2022) yang berlangsung di Bali.
Butuh waktu tiga tahun untuk merehabilitasi, melatih, dan mengembalikan kesehatan serta sifat liar lumba-lumba ini agar bisa kembali ke habitat alaminya, kembali ke laut lepas.
Hal itu karena sebelumnya, saat berada di pameran ketiga lumba-lumba tersebut terbiasa diberi makan.
Khusus lumba-lumba bernama Johny, pada awal rehabilitasi tidak bisa menggigit ikan.
Untuk membantu mengembalikan kemandiriannya mencari ikan secara alami dilakukan pemasangan gigi oleh tim.
Pemasangan gigi dilakukan tanpa menyakiti lumba-lumba Johny.
Baca Juga: Dulu Hampir Punah, Kini Populasi Curik Bali di Taman Nasional Bali Barat Kian Bertambah
Usaha ini tidak sia-sia, tim berhasil mengembalikan perilaku menangkap hidup di alam.
"Selamat menjalankan kebebasan kalian ya Johny, Rambo dan Rocky. Terima kasih atas kerja keras kawan-kawan Taman Nasional Bali Barat yang didukung Jaringan Satwa Indonesia/JAAN, sahabat saya Femke dan ahli lumba-lumba dari Florida Dr. Richard Barry. Thank you very much Rick for the great work for Indonesia and for the global community," tulis Siti Nurbaya lagi.
Lumba-lumba hidung botol adalah salah satu mamalia yang dilindungi berdasarkan PP 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018.