Kurang lebih 50 tahun kemudian, pada tahun 1975, pemerintah Indonesia juga menambahkan daerah Situgunung, lereng Selatan Gunung Gede, dan bagian timur Cimungkad sebagai taman wisata lindung.
Kemudian, UNESCO menetapkan wilayah kompleks Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1977.
Sekitar akhir tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, nama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pun mulai digunakan untuk menyebut kawasan lindung yang saat itu terbentang seluas 15.196 hektar ini.
Baca Juga: Siapkan Payung! Ambon Berpotensi Hujan Ringan Siang Hingga Malam Besok, Minggu 30 Juli 2023
Tidak berhenti di situ, setelah nama pertama kali Taman Nasional Gunung Gede Pangrango digunakan. Wilayah dari kawasan konservasi ini pun terus bertambah. Hingga saat ini, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki total wilayah konservasi seluas 24.270,80 hektar. (sadrina/magang)***
Artikel Terkait
Seekor Elang Jawa Terbang Tinggi Menembus Kabut Langit Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Asyik! Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Kembali, Ayo Catat Tanggalnya
Gunung Gede Pangrango Segera Dibuka, Berikut Tips Menjadi Pendaki Cerdas
Viral Pendaki Nyalakan Bom Asap di Puncak Gunung Gede Pangrango, Netizen: Norak, Bro!
Ungkap Keindahan Gunung Gede Pangrango dan Halimun Salak, Presiden Jokowi Resmikan KEK Lido Jawa Barat