KABAR ALAM - Setiap tanggal 2 Februari, dunia memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, sebuah momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan peran vital lahan basah bagi kehidupan manusia dan keanekaragaman hayati.
Pada tahun 2025, peringatan ini mengusung tema “Lahan Basah untuk Masa Depan Kita Bersama”, yang mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan ekosistem lahan basah sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Kegiatan diadakan di Taman Nasional Wasur (TNW), Merauke, Papua, peringatan ini diwarnai dengan kegiatan pemantauan burung migran dan burung air, yang dilakukan bersamaan dengan Asian Waterbird Census (AWC).
Baca Juga: Menteri LH dan Plh Kadis LH Jabar Tanam Pohon Bersama di Madalasari
Dengan ekosistem lahan basahnya yang luas dan kaya, merupakan bagian penting dari jalur terbang Asia Timur-Australasia (East Asia-Australasia Flyway).
Wilayah ini menjadi rumah yang aman dan subur bagi burung-burung migran yang datang dari Australia, Selandia Baru, dan wilayah Palearktik untuk mencari makan, beristirahat, dan berkembang biak.
Statusnya sebagai bagian dari EAAFP semakin menegaskan perannya di panggung internasional.
Baca Juga: Hari Lahan Basah Sedunia, BBKSDA NTT Tanam Pohon Mangrove Bersama di TWAL Teluk Kupang
Bersamaan dengan peringatan HLBS, di TNW juga digelar pemantauan burung migran dan burung air sebagai bagian dari Asian Waterbird Census (AWC).
Keberadaan 74 spesies burung air, termasuk 2 spesies endemik Papua, 8 spesies migran yang sebagian populasinya menetap, dan 37 spesies migran atau pengunjung musiman, menjadikan TNW surga bagi pengamat burung dan peneliti.
TNW juga merupakan Situs Ramsar, sebuah pengakuan internasional atas pentingnya ekosistem lahan basah ini.
Baca Juga: Siswa SMPN 1 Singaraja Praktik Pengolahan Sampah dan Hidroponik di SSA
Lahan basah berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menyediakan sumber air bersih, mencegah banjir, menjadi habitat bagi flora dan fauna yang beragam, serta berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon dioksida.
HLBS 2025 menjadi pengingat bagi kita semua akan tanggung jawab kolektif untuk menjaga dan melestarikan lahan basah. Melindungi lahan basah berarti melindungi keanekaragaman hayati dan menjamin masa depan bumi yang lebih baik.***
Artikel Terkait
Sejarah Hari Lahan Basah Sedunia 2 Februari, Berawal dari Konvensi Ramsar
Hari Lahan Basah Sedunia 2023, KLHK Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove di Tapanuli Tengah
Lahan Basah, Minoritas Urat Nadi Bentang Alam yang Volumenya Makin Tergerus
Masih Rangkaian Hari Lahan Basah Sedunia 2024, Besok KLHK Gelar Penanaman Pohon Serentak di Seluruh Indonesia
Hari Lahan Basah Sedunia, BBKSDA NTT Tanam Pohon Mangrove Bersama di TWAL Teluk Kupang