Ditemukan Bulu dan Cakaran di Sukabumi Selatan, Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Kamis, 28 Maret 2024 | 19:13 WIB
Tim Elephant Response Unit menemukan jejak kaki harimau saat melakukan patroli di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) (komunitasuntukhutansumatera)
Tim Elephant Response Unit menemukan jejak kaki harimau saat melakukan patroli di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) (komunitasuntukhutansumatera)


KABAR ALAM - Sejak dekade 1980-an, harimau jawa (Panthera tigris sondaica) sudah dinyatakan punah. Hal itu ditandai dengan status punah IUCN Red List.

Berdasarkan informasi, penampakan terakhir harimau Jawa terkonfirmasi di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur pada 1976.

Namun, dalam sepekan terakhir, sejumlah media nasional mengangkat kemungkinan harimau jawa (Panthera tigris sondaica) masih ada yang hidup di Pulau Jawa.

Baca Juga: Diutamakan Jurusan Teknik Lingkungan, PT Pupuk Kaltim Buka Lowongan Associate Officer Lingkungan Hidup di Rekrutmen Bersama BUMN 2024

Kemungkinan tersebut didasarkan pada pernyataan seorang peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wirdateti.

Ia mengaku menemukan sehelai rambut harimau Jawa di pagar pembatas antara kebun rakyat dengan jalan Desa Cipeundeuy, Sukabumi Selatan, Jawa Barat.

“Rambut tersebut ditemukan oleh Kalih Reksasewu atas laporan Ripi Yanuar Fajar yang berpapasan dengan hewan mirip Harimau Jawa yang dikabarkan telah punah, pada malam hari 19 Agustus 2019," tutur peneliti yang akrab disapa Teti tersebut di laman resmi BRIN, belum lama ini.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2024: Ini Detail Lowongan Pekerjaan Posisi Analyst Standard dan HSSE Management System di PT Kilang Pertamina Internasional

"Ripi adalah seorang penduduk lokal yang berdomisili di Desa Cipeundeuy, Sukabumi Selatan, Jawa Barat,” tutur Teti.

Ia membeberkan, dari serangkaian analisis DNA komprehensif yang telah dilakukan, disimpulkan sampel rambut harimau yang ditemukan di Sukabumi Selatan adalah species Panthera tigris sondaica atau Harimau Jawa.

Panthera tigris sondaica, termasuk dalam kelompok yang sama dengan spesimen harimau Jawa koleksi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) pada 1930.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2024: Ini Detail Lowongan Kerja PT Surveyor Indonesia untuk Posisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)

Keyakinan Teti diperkuat oleh prosedur ilmiah lainnya yang telah dilakukan. Selain menemukan rambut, dari lokasi tersebut juga ditemukan bekas cakaran mirip harimau yang semakin menguatkan Teti untuk melakukan observasi lanjutan.

Identifikasi awal Teti bersama tim adalah melakukan studi perbandingan sampel rambut harimau yang ditemukan di Sukabumi Selatan dengan spesimen Harimau Jawa koleksi MZB.

Kemudian beberapa subspesies sampel harimau lain, yaitu Harimau Bengal, Amur dan Sumatra, serta Macan Tutul Jawa yang digunakan sebagai kontrol.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X