HPSN 2023: KLHK Targetkan Seluruh Daerah di Indonesia Bebas Sampah

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Minggu, 19 Februari 2023 | 23:01 WIB
Sekretaris Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) Sayid Muhadhar di Bank Sampah Bersinar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu, 18 Februari 2023 (ppid.menlhk,go.id)
Sekretaris Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) Sayid Muhadhar di Bank Sampah Bersinar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu, 18 Februari 2023 (ppid.menlhk,go.id)

KABAR ALAM - Setiap daerah di Indonesia diharapkan dapat bersih dari sampah. Momentum Hari Peduli Sampah Nasional 2023 (HPSN 2023) menjadi semangat bagi seluruh unsur di daerah untuk mewujudkan target zero emission dari sektor sampah.

"Kami ingin daerah dapat merasakan manfaat dari gerakan bersih sampah. Kami di KLHK memiliki target zero emision dari sektor sampah," kata Sekretaris Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) Sayid Muhadhar di Bank Sampah Bersinar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu, 18 Februari 2023.

"Komitmen kami di Pusat ini kami tunjukkan dengan mendorong kabupaten/kota mulai dari gerakan bersih sampah seperti yang telah kita laksanakan tadi," tambahnya.

Baca Juga: 8 Bulan Jalani Perawatan, Rapala Sudah Bisa Bersosialisasi dengan Orangutan Seusianya

Sayid mengatakan, pengelolaan sampah di Indonesia telah berkembang maju menuju emisi net zero yang diwujudkan melalui berbagai aksi mitigasi yang dilaksanakan secara bertahap dan komprehensif.

Ditargetkan pada tahun 2025 seluruh TPA dikelola dengan metode lahan urug saniter dan pemanfaatan gas metan pada tahun 2050. Sedangkan mulai tahun 2030 tidak ada lagi pembangunan TPA baru.

Penggunaan TPA eksisting akan dilanjutkan sampai masa operasionalnya berakhir serta landfill mining sudah mulai dilakukan.

Baca Juga: Pesona Curug Cigalagah Kuningan yang Dikelilingi Hutan Pinus

"Kalau TPA yang sudah ada tidak apa-apa berjalan, tetapi tidak lagi membangun yang baru. Langkah-langkah kita seperti ini tidak boleh bosan karena lama kelamaan akan menjadi kebiasaan," katanya.

Sementara mulai tahun 2031, lanjut Sayid, akan diupayakan tidak ada lagi pembakaran sampah secara liar.

Fasilitas pengelolaan sampah seperti PLTSa, RDF, SRF, biodigester, dan maggot untuk sampah biomass akan terus dioptimalkan dan ditingkatkan kapasitasnya sehingga pada tahun 2050 operasional TPA hanya diperuntukkan khusus sebagai tempat pembuangan sampah residu.

Baca Juga: ZNP Cibodas, Kolam Renang dengan Panorama Perbukitan di Cibingbin Kuningan

Penguatan kegiatan pemilahan di sumber dan pemanfaatan sampah sebagai bahan baku daur ulang ditingkatkan secara bertahap.

Menurutnya, untuk mewujudkan target tersebut, perlu mengoptimalkan seluruh aspek rantai nilai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir agar menguatkan pengelolaan sampah di sumber sehingga mengurangi timbulan sampah yang dikirim ke TPA dan mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X