Lima Istana Kepresidenan RI Jadi Pelopor Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Selasa, 6 September 2022 | 17:49 WIB
Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono memberikan sambutan dalam acara penyerahan Renewable Energy Certificate (Sertifikat Energi Terbarukan/REC) dari PT PLN kepada 5 Istana Kepresidenan RI, Selasa, 6 September 2022.  (setneg.go.id)
Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono memberikan sambutan dalam acara penyerahan Renewable Energy Certificate (Sertifikat Energi Terbarukan/REC) dari PT PLN kepada 5 Istana Kepresidenan RI, Selasa, 6 September 2022. (setneg.go.id)


KABAR ALAM - Lima Istana Kepresidenan RI menjadi pelopor dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di pemerintahan.

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan Renewable Energy Certificate (REC) dan dukungan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB) oleh PT PLN (Persero) kepada lima Istana Kepresidenan RI di Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, Selasa, 6 September 2022.

REC adalah layanan yang diberikan kepada pelanggan yang ingin menggunakan produk kelistrikan berbasis EBT.

Melalui REC ini, artinya Istana Kepresidenan saat ini dialiri listrik berbasis energi bersih. INi merupakan sebagai wujud dari komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission 2060.

Sumber energi bersih yang digunakan dalam REC di lima Istana Kepresidenan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas pembangkit 140 megawatt (MW).

Baca Juga: Butuh Program Energi Hijau, Menteri ESDM Ajak Kolaborasi Antarnegara

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sekretariat Presiden akan berkomitmen untuk terus beradaptasi dalam menghadapi perubahan dunia.

Sekretariat Presiden menjadi salah satu garda depan dalam pemanfaatan EBT guna menghadapi perubahan iklim serta mewujudkan transisi energi bersih sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Sekretariat Presiden selalu mendukung tuntutan-tuntutan dunia yang berubah yaitu salah satunya harus menggunakan listrik yang terbarukan renewable energy,” ucap Heru seperti dikutip KABAR ALAM dari laman setneg.go.id.

Heru berharap pemanfaatan EBT ini juga dapat diikuti oleh lembaga pemerintahan yang lain untuk turut serta dalam memerangi perubahan iklim yang tidak terduga terjadi lebih cepat.

“Tentunya kita juga lebih cepat lagi mengubah behavior, salah satunya adalah menggunakan energi baru terbarukan,” lanjutnya.

Baca Juga: Parade Konversi Motor BBM ke Listrik, Upaya Percepat Transisi Energi Bersih

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo turut memberikan apresiasi atas inisiasi yang dilakukan oleh Sekretariat Presiden dalam pemanfaatan EBT.

Menurutnya, Istana Kepresidenan akan menjadi contoh yang luar biasa terhadap penggunaan energi baru terbarukan.

“Kami terharu karena istana menjadi garda depan dalam memerangi perubahan iklim dan menjadi contoh yang luar biasa, bahwa penggunaan energi baru terbarukan atau energi bersih ini menjadi suatu visi yang jauh ke depan,” ucapnya.

Istana Kepresidenan juga disebut menjadi bagian dalam memerangi perubahan iklim, melalui perubahan sumber aliran listrik di Istana Kepresidenan yang berbasis pada EBT dengan emisi karbon nol/zero carbon emission.

“Pasokan listrik yang mengalir ke istana dengan adanya Renewable Energy Certificate yang diinisiasi dari Istana Kepresidenan ini, maka listrik yang masuk ke istana adalah listrik yang berbasis pada energi baru terbarukan dengan emisi karbon yaitu nol,” jelas Darmawan.

Baca Juga: Optimalisasi Sumber Energi Bersih dan Ekonomi Hijau Masuk 5 Agenda Besar Presiden Joko Widodo

Pada kesempatan tersebut, PT PLN (Persero) turut memberikan sertifikat REC dan simbolis KLBB kepada masing-masing Istana Kepresidenan yaitu Istana Kepresidenan Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Tampaksiring. PT PLN (Persero) juga memberikan dukungan berupa kendaraan listrik untuk kelancaran kegiatan operasional Istana Kepresidenan.

"Kami juga ingin membantu bagaimana istana juga bisa menggunakan kendaraan listrik maupun motor listrik di mana tentu saja dengan pergeseran transportasi yang tadinya berbasis pada BBM, yang berbasis energi impor, energi yang jauh lebih mahal, energi yang lebih kotor, digantikan dengan transportasi yang berbasis pada listrik," ungkap Darmawan.

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden Rika Kiswardani, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin, Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PT PLN (Persero) Haryanto W.S., serta Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: setneg.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X