berita

IDAI Laporkan 152 Kasus Gagal Ginjal pada Anak

Jumat, 14 Oktober 2022 | 21:38 WIB
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) (idai.or.id)

KABAR ALAM - Hingga Jumat, 14 Oktober 2022, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengaku sudah mendapatkan laporan sebanyak 152 kasus gagal ginjal akut pada anak.

Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak tersebut berdasarkan data dari tanggal 26 September 2022 hingga 14 Oktober 2022.

Pada Media Briefieng Kewaspadaan Dini Gangguan Ginjal Akut pada Anak secara daring, Piprim mengungkapkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab dari penyakit ini.

Baca Juga: #PrayForBogor: Sejak Jumat Pagi, Pencarian Tiga Korban Tertimbun Longsor Gang Barjo Dilanjutkan

Disebutkan, kasus ini mengalami tren kenaikan pada pertengahan September 2022 yaitu 76 kasus. Pada bulan seb elumnya, kasus yang dilaporkan ada 36. Sedangkan di bulan Oktober tren penemuan kasus turun menjadi 21.

Dalam laporan yang dihimpun IDAI cabang, enam provinsi melaporkan kasus terbanyak yakni DKI Jakarta sebanyak 49, Jawa Barat (24), Sumatera Barat (21), Aceh (18), Bali (15) dan dan DI Yogyakarta (11).

Piprim melanjutkan pada tren usia pasien gagal ginjal akut per tanggal 14 Oktober 2022, didominasi oleh anak berusia 1-5 tahun.

Baca Juga: Buah Tangan Khas Banda Neira, Dari Manisan Pala Hingga Halua Kenari

Menghadapi penyakit tersebut, Piprim meminta masyarakat tetap tenang dan terus mengikuti perkembangan berita gagal ginjal akut ada anak dari sumber yang terpercaya seperti media sosial milik IDAI atau Kementerian Kesehatan.

Orang tua juga diharapkan mengetahui tanda bahwa pada anak secara umum, ditambah dengan adanya gejala gangguan ginjal akut seperti berkurangnya jumlah urine atau tidak ada urine sama sekali.

Sebelumnya diberitakan, pada 5 Oktober 2022, World Health Organization (WHO) menginformasikan, sirup obat untuk anak Gambia itu terkontaminasi dietilen glikol dan etilen glikol.

Baca Juga: #PrayForBogor: Temui Keluarga Mahasiswa IPB Terseret Arus Air, Bima Arya: Yang Sabar Ya, Bu...

Melalui siaran pers yang dikutip KABARALAM.com, Kamis, 13 Oktober 2022, BPOM RI menjelaskan, sirup obat untuk anak yang disebutkan dalam informasi WHO, terdiri dari Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup. Keempat produk tersebut diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited, India.

Disebutkan, BPOM selalu melakukan pengawasan secara komprehensif pre dan post-market terhadap produk obat yang beredar di Indonesia.***

Halaman:

Tags

Terkini