KABAR ALAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menggelar workshop UMKM Ekonomi Kerakyatan Berbasis Lingkungan.
Workshop UMKM Ekonomi Kerakyatan Berbasis Lingkungan tersebut dilaksanakan untuk memberikan penguatan kepada 150 RW yang lolos seleksi tahap kedua kompetisi Surabaya Smart City (SSC) 2022.
Kepala DLH Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan penguatan kedua melalui workshop ini berfokus pada ekonomi kerakyatan, yakni memacu masyarakat di lingkungan masing-masing untuk mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan.
“Tidak dari pengolahan sampah saja, melainkan bisa melalui pengolahan lingkungan. Bisa juga melalui UMKM yang berbasis pada produk lingkungan,” kata Hebi seperti dikutip dari laman surabaya.go.id.
Baca Juga: Arah Baru Pramuka Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru untuk Dukung 5 Program KLHK
Pihaknya juga akan memberikan nilai tambahan kepada para peserta SSC 2022 dengan memberikan sosialisasi penerapan larangan penggunaan kantong plastik.
Maka, ia mengimbau para peserta bisa berinovasi pada peningkatan potensi ekonomi berbasis lingkungan.
“Artinya harus bisa memiliki kemampuan untuk membangkitkan ekonomi. Seperti saat kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim) adalah yang memiliki kemampuan untuk membangkitkan kegiatan perekonomi,” ujarnya.
Hebi berharap kepada 150 RW yang telah dinyatakan lolos pada tahapan penilaian kedua SSC 2022, bahwa poin penilaian selanjutnya berfokus pada ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Selamat, Ini Insan PLN yang Dapat Penghargaan di Hari Jadi Pertambangan dan Energi 2022
“Kalau sudah ada, bisa dibesarkan atau dikembangkan berbasis dengan lingkungan. Jangan berbisnis jika tidak memperhatikan lingkungan,” tegasnya.
Ia mencontohkan pada salah satu inovasi kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim) di kawasan Kelurahan Kebonsari yang telah melakukan pemilahan sampah pada usaha katering.
Mereka melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik untuk kemudian dilakukan pengolahan sampah.
“Sisa makanan tadi dibuat untuk menjadi ecoenzyme, budi daya maggot, untuk pakan ternak dan sebagainya. Maka, saya menganjurkan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan secukupnya agar tidak menimbulkan sampah organik yang berlebihan,” ucapnya.
Baca Juga: Pendakian di Gunung Marapi Sumbar Hanya Bisa Dilakukan Siang Hari, Ini Alasan Utamanya
Di sisi lain, DLH Kota Surabaya saat ini tengah merancang skema mengenai program padat karya berbasi dengan potensi pengembangan lingkungan.
“Sementara sudah ada 180 orang yang hendak mendaftar untuk pembibitan tanaman. Tetapi saya sedang mengajukan untuk bisnis tanaman, mulai dari perawatan tanaman, penjualan bibit, kompos, serta cara merangkai tanaman,” katanya.***