berita

Embun Upas Turun, Gunung Bromo Memutih

Senin, 31 Juli 2023 | 13:14 WIB
Lautan pasir Gunung Bromo memutih oleh embun upas (tangkapan layar instagram @bbtnbromotenggersemeru)

KABAR ALAM - Fenomena langka terjadi di Gunung Bromo pada akhir Juli ini. Embun salju yang disebut sebagai Embun Upas ini menutupi dataran tinggi Gunung Bromo yang membuat kawasan tersebut menjadi berwarna putih.

Menurut penjelasan video yang diunggah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Bromo Tengger Semeru di Instagram-nya, embun upas merupakan embun salju yang menyelimuti daerah dataran tinggi, salah satunya adalah kawasan Bromo Tengger Semeru.

Dalam video tersebut ditunjukan bagaimana hamparan Gunung Bromo berubah menjadi warna butih, bak sedang bersalju. Warna putih inilah yang dihasilkan oleh Embun Upas.

Baca Juga: Healing ke Palutungan Kuningan, Jangan Lupa Mampir ke Black Bine Coffee

Embun Upas akan menyelimuti dataran tinggi seperti ini pada musim kemarau. Biasanya, puncaknya akan terjadi di antara bulan Juli hingga Agustus.

Di Taman Nasional Bromo, Tengger Semeru, hamparan salju ini tidak hanya terjadi di dataran tinggi Gunung Bromo saja. Embun Upas juga menurupi hamparan lautan pasir sekitar Gunung Bromo.

Munculnya Embun Upas ditandai dengan penurunan suhu pada malam hari sekitar 0-5 derajat Celcius. Suhu ini merupakan suhu mendekati titik beku. Sementara itu, masa berakhirnya Embun Upas akan ditandai dengan melelehnya partikel putih ini pada saat matahari mulai terik dan meninggi di siang hari.

Baca Juga: Promo Spesial Hari Kemerdekaan RI, Teras Cibulakan Diskon Villa 17 Persen dan Gratiskan Tiket Pengunjung Ini

“Pada video ini, suhunya mencapai 3 derajat Celcius lho, sahabat,” tulis KLHK dan BBTN Bromo Tengger Semeru pada unggahan video tersebut.

Menurut laporan, fenemena ini pertama kali terjadi pada Selasa, 30 Mei 2023 lalu. Sesuai penjelasan dari KLHK dan BBTN Bromo Tengger Semeru, puncak dari fenomena ini akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.

Terlepas dari dingginya yang bisa membuat menggigil, fenomena ini membuat daya tarik Gunung Bromo semakin tinggi untuk dikunjungi. Tidak sedikit warganet yang mengungkapkan keinginannya untuk melihat fenomena ini secara langsung.

Baca Juga: Kema Merbabu, Glamping Pertama di Boyolali yang Janjikan Staycation Mewah dengan Pemandangan Superindah

“Minggu lalu abis dari Bromo, suhu (masih) 7 derajat pas nunggu sun rise, padahal pingin coba waktu banyak upasnya,” tulis seorang warganet dengan akun @alva***.

Warganet lainnya menuliskan, “Tahun kemaren ke sana pas bulan itu karena pas liburan… Banyak yang melambaikan tangan ke kamrea pas mau lihat matahari terbit saking dinginnya, untung banyak yang sewakan selimut juga.”

Halaman:

Tags

Terkini