berita

HPSN 2023: Indonesia Punya 209 Usaha Rintisan di Bidang Pengelolaan Sampah, Semuanya Generasi Muda!

Rabu, 22 Februari 2023 | 10:35 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2023 (HPSN 2023) di Jakarta, 21 Februari 2023 (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Generasi muda memiliki peran strategis dalam pencapaian target zero waste dan zero emission pemerintah Indonesia. Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2023 (HPSN 2023) di Jakarta, 21 Februari 2023.

Dalam sambutannya di HPSN 2023, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, peran strategis generasi muda tersebut dapat ditempuh melalui pendekatan inovasi membangun start up pengelolaan sampah yang semakin digemari masyarakat.

Dikatakan Rosa Vivien Ratnawati di HPSN 2023, pendekatan social entrepreneurship ini menjadi pendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia sekaligus manifestasi prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan yaitu ekonomi sirkular.

Baca Juga: Viral Kemunculan Gajah Sumatera di Sijunjung, Berikut Ini Hasil Penelusuran Tim BKSDA Sumbar di Lapangan

“Dalam beberapa tahun terakhir, telah banyak bermunculan pelaku usaha yang terjun di sektor sampah. Usaha bisnisnya pun tidak hanya berorientasi pada profit semata, namun juga menekankan faktor lingkungan dan pelibatan masyarakat,” ujar Vivien.

Ia menambahkan, usaha rintisan tersebut mengoptimalkan kemajuan teknologi untuk menjalankan bisnis dengan memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat secara cepat, tepat, dan mudah.

Vivien mengungkapkan, hingga Januari 2023, telah teridentifikasi 209 pelaku usaha social enterpreunership yang bergerak di bidang pengurangan dan penanganan sampah di Indonesia.

Baca Juga: Top 5 Hits 21 Februari 2023, Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Paling Banyak Dicari

Ia mencontohkan beberapa usaha rintisan itu seperti toko curah (bulkstore), bisnis refill, bisnis reuse, waste collection and recycle, dan bisnis upcycle.

“Selain itu, tumbuh pula bisnis yang fokus dalam inovasi produk alternatif pengganti plastik. Hal ini semakin menegaskan bahwa upaya pengurangan sampah tidak hanya berdampak terhadap lingkungan tetapi juga menciptakan peluang usaha atau bisnis, lapangan pekerjaan dan juga perubahan perilaku di masyarakat,” katanya.

Disebutkannya, KLHK memandang, bonus demografi anak muda dengan usia produktif akan mampu membantu Indonesia mencapai masa keemasan di masa depan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG untuk Wilayah Kota Medan, Hari Ini, Rabu 22 Februari 2023, Berawan Sepanjang Hari

Karena itu, katanya, peringatan HPSN 2023 diisi dengan kegiatan yang melibatkan anak muda melalui acara dialog dengan tajuk “Peran Anak Muda Membangun Socioentrepreneurship dalam Pengelolaan Sampah”.

“Saya berharap acara dialog ini dapat memberikan gambaran umum kepada para anak muda mengenai praktek bisnis di bidang pengelolaan sampah yang menyelaraskan aspek profit, people dan planet," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini