berita

Pemkot Bandung Dukung Pengembangan PSEL, Ini Sejumlah Lokasi Alternatif yang Disiapkan

Sabtu, 11 April 2026 | 16:50 WIB
Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya (bandung.go.id)

KABAR ALAM - Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan, proyek PSEL merupakan bagian dari upaya kolaboratif lintas daerah yang melibatkan sejumlah pemerintah daerah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, hingga Purwakarta. Kolaborasi tersebut telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

“Ini adalah komitmen bersama untuk menyukseskan pengelolaan sampah berbasis teknologi di kawasan Bandung Raya,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu, 8 April 2026 lalu.

Baca Juga: BP2SDM Kemenhut Gandeng BRIN Kembangkan KHDTK Parungpanjang sebagai “Living Lab” Kehutanan

Ia menjelaskan, proyek tersebut dalam waktu dekat akan memasuki tahap peninjauan dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Selanjutnya, pembangunan direncanakan akan dilaksanakan oleh Danantara dengan target penyelesaian sekitar tiga tahun.

Terkait lokasi, Farhan menyebutkan bahwa selain memanfaatkan kawasan TPA Sarimukti, pemerintah juga tengah mengkaji alternatif lokasi baru bersama Pemerintah Kabupaten Bandung. Dua titik yang saat ini menjadi pertimbangan adalah kawasan Cicukang dan Jelekong.

“Kami sedang mempertimbangkan dua titik tersebut untuk pengolahan sampah berbasis teknologi. Apakah nantinya akan menjadi PSEL atau bentuk lain, masih dalam kajian,” jelasnya.

Baca Juga: Crayon Cats Siap Tampil di Gentle Nature Fest 2026 di Tangkal Pinus Lembang

Menurut Farhan, keberadaan lebih dari satu titik pengolahan sampah menjadi kebutuhan mendesak, mengingat tingginya volume sampah di kawasan Bandung Raya. Dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung saja, produksi sampah telah mencapai lebih dari 3.500 ton per hari.

“Jadi kita tidak kekurangan suplai, justru perlu sistem yang mampu mengelolanya dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, wilayah Sumedang disebut telah memiliki skema pengelolaan sendiri, sedangkan Garut direncanakan akan bergabung dalam proyek pengolahan sampah di kawasan Legok Nangka.

Baca Juga: Rekomendasi Ngopi Malam di Tangkal Pinus Lembang, Temukan Ritme Tenangmu!

Melalui pengembangan PSEL dan penyiapan sejumlah lokasi strategis, Pemkot Bandung optimistis sistem pengelolaan sampah di Bandung Raya akan semakin terintegrasi dan berkelanjutan di masa mendatang.***

Tags

Terkini