KABAR ALAM - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK).
Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam pengembangan KHDTK Parungpanjang di Kabupaten Bogor.
Mengutip unggahan akun Instagram BP2SDM Kemnhut, kegiatan tindak lanjut implementasi kerja sama tersebut berlangsung pada Kamis, 9 April 2026. Kolaborasi ini diinisiasi oleh Balai P2SDM Wilayah III Rumpin bersama BRIN dan mitra swasta PT Dipterocarp Eko Oasis.
Baca Juga: Crayon Cats Siap Tampil di Gentle Nature Fest 2026 di Tangkal Pinus Lembang
Melalui kerja sama ini, KHDTK Parungpanjang tidak hanya difungsikan sebagai lokasi pendidikan dan pelatihan kehutanan, tetapi juga dikembangkan menjadi sebuah “living lab” terpadu.
Konsep ini memungkinkan kawasan tersebut menjadi ruang uji nyata bagi seluruh mandat BP2SDM, mulai dari pengembangan kompetensi SDM hingga penerapan inovasi kehutanan di tingkat tapak.
Dalam implementasinya, berbagai program dan model pengelolaan diuji secara langsung di lapangan, sehingga hasilnya dapat memberikan dampak nyata serta menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan kehutanan ke depan.
Baca Juga: Rekomendasi Ngopi Malam di Tangkal Pinus Lembang, Temukan Ritme Tenangmu!
Selain itu, kerja sama ini juga mengusung penerapan model sustainable financing guna mendukung kemandirian pengelolaan kawasan.
Dengan pendekatan tersebut, KHDTK Parungpanjang diharapkan mampu berkembang menjadi centre of excellence dalam pengelolaan hutan berbasis pendidikan, riset, dan inovasi.
Kolaborasi antara BP2SDM Kemenhut, BRIN, dan sektor swasta ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat sinergi antara pengembangan sumber daya manusia, riset, dan praktik lapangan.
Baca Juga: Top 5 Hits 10 April 2025, Tipe dan Harga Tenda di Tangkal Pinus Lembang Masih Paling Bikin Penasaran
Ke depan, pengembangan KHDTK Parungpanjang diharapkan dapat menjadi model pengelolaan kawasan hutan yang mandiri, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor kehutanan Indonesia.***