berita

Wali Kota Yogyakarta Sambut Baik Operasional ITF Bawuran: Solusi Masalah Sampah DIY

Jumat, 14 Maret 2025 | 21:40 WIB
Pengolahan sampah terpadu Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran di Kepanewon Pleret, Bantul, yang telah resmi beroperasi (jogjakota.go.id)

KABAR ALAM - Pengolahan sampah terpadu Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran di Kepanewon Pleret, Bantul, yang telah resmi beroperasi, mendapat sambutan baik dari Wali Kota Yogya, Hasto Wardoyo.

Hasto menyatakan bahwa keberadaan ITF Bawuran diharapkan dapat menjadi solusi penting dalam menangani masalah sampah yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kota Yogyakarta.

Dengan kehadiran fasilitas ini, ia optimis bahwa Kota Yogyakarta akan dapat terbebas dari masalah sampah yang menghantui.

Baca Juga: Sebagai Pembanding Pilih Paket Liburan Lebaran ke Pulau Royal Kepulauan Seribu, Simak Price List dari Arjuna Wisata

Menurut Hasto, kapasitas penanganan sampah Kota Yogyakarta saat ini hanya mampu mencapai 150 ton per hari dari total 300 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya.

Oleh karena itu, ITF Bawuran menjadi langkah penting dalam upaya pengelolaan sampah di kota tersebut. Hasto mengungkapkan bahwa ITF Bawuran menjadi outlet utama dalam upaya pengelolaan sampah, mengingat keterbatasan kapasitas yang dimiliki saat ini.

Dalam acara pencanangan kolaborasi pengelolaan sampah di DIY pada tanggal 11 Maret 2025, Hasto menjelaskan bahwa operasional ITF Bawuran sejalan dengan program kerjanya selama 100 hari yang difokuskan pada penanganan masalah sampah di Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Shinrin-yoku, Mandi Hutan, Rahasia Sehat dan Bahagia Ala Jepang

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa depo sampah di Kota Yogyakarta, seperti depo sampah Kotabaru dan depo sampah Lempuyangan, akan segera ditutup dalam rangka peningkatan efisiensi pengelolaan sampah.

Hasto menargetkan bahwa sebanyak 14 depo sampah akan dikosongkan hingga Hari Raya Idul Fitri 2025 sebagai bagian dari upaya membersihkan Kota Yogyakarta dari sampah.

Dengan beroperasinya ITF Bawuran, Hasto berharap kerjasama antara Kota Yogyakarta dan Bantul dapat ditingkatkan, dengan perlakuan khusus yang diberikan dalam kerangka kerjasama antar pemerintah.

Baca Juga: Cuma 725K, Ini Fasilitas Paket Menginap di Desa Wisata Pulau Pramuka Kepulauan Seribu

Sekda DIY, Beny Suharsono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa operasional ITF Bawuran menjadi momentum penting bagi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk maju dengan menerapkan desentralisasi pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Meskipun begitu, dalam fase awal operasionalnya, ITF Bawuran akan beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 ton per hari selama periode uji coba hingga bulan April mendatang.

Halaman:

Tags

Terkini